SiagaOnline.com, Tanjungpinang - Cerita haru terucap dari mulut pasangan suami istri (pasutri) bapak Sayuti warga perum Griya permata karisma jalan RH Fissabilillah KM 8 atas, kota Tanjungpinang.
Dimana selama 11 tahun mereka merintis usaha sebagai tukang service TV dan penjual pecel serta sarapan pagi lainnya untuk penopang hidup bagi ke 3 anak beserta keluarganya dirumah, kini usaha mereka sirna tergerus oleh dampak proyek peningkatan jalan dan jembatan jalan RH Fissabilillah KM 8 atas kota Tanjungpinang yang baru berjalan beberapa bulan ini.
Gubuk tempat usaha mereka hancur berantakan hampir rata dengan material tanah timbunan, sementara tabungan yang mereka miliki sebesar Rp 5 juta untuk bertahan hidup selama 3 bulan tidak mampu bertahan hingga kini sementara pihak proyek hanya membantu kayu bulat cacak sebanyak 100 batang dan paku 1 kilo dana kompensasi yang mereka harapkan dari pihak proyek untuk memperbaiki gubuk yang telah hancur berantakan tidak kunjung didapat.
Hal ini disampaikan oleh pasangan pasutri bapak Sayuti saat ditemui awak media dilokasi, kamis (24/8/23).
Dikatakan oleh istri bapak Sayuti, ia sejak 3 bulan bertahan ditempat lokasi usahanya karena ia butuh makan sehari-hari untuk menghidupi ke 3 anaknya yang masih sekolah.
"Kemarin jalan ini katanya selesai satu bulan jadi saya punya uang Rp 5 juta habis untuk makan sehari hari, saya menjerit nya tidak bisa berjualan tidak bisa betulkan TV kendalanya saya mau bikin gubuk ini tidak bisa karena dari pihak proyek, kami hanya dibantu kayu bulat 100 batang dan satu kilo paku semenjak 3 bulan ini kita tidak bisa berbuat apa-apa, cetus istri Sayuti
Dikatakannya lagi pihak proyek tidak ada berikan kompensasi ke warga.
"Sementara itu, Kemaren ada masukan keluhan tersebut digrup dan FB mana tahu ada yang niat mau bantu seikhlasnya rupanya pak RT tidak berkenan," kata istri Sayuti.
Kenapa kakak kok masukan ke situ, ucap pak RT saat datang ke gubuk nya, jelas istri Sayuti dengan nada kesal.
Saya PKH tidak dapat BLT pun tidak dapat kayak orang-orang yang ada dibelakang sini rumahnya mewah mewah, motor cantik-cantik dapat bantuan dari pemerintah.
"Kita disini selama 11 tahun tidak pernah dapat bantuan walaupun keadaan kami seperti ini," keluh pasangan suami isteri tersebut.
Pihak pelaksana proyek, konsultan pengawas dan pihak yang terlibat didalamnya belum berhasil terkonfirmasi.
Diketahui, proyek tersebut berasal dari kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat direktorat jenderal Bina Marga, Balai pelaksanaan jalan Nasional kepulauan.
Kegiatan proyek paket preservasi jalan dan jembatan Tanjungpinang CS/KM 16 tanggal kontrak kerja 14 Maret 2023 dengan nilai Bagu anggaran Rp 12 Miliar lebih dalam masa pelaksanaan kerja 291 hari kalender kontraktor pelaksana CV Setya bersama, konsultan supervisi PT Multi PHI Beta KSO PT Surya Marzq Konsutindo. (Zen)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |