SiagaOnline.com, Bintan - Terkait pemotongan anggaran pokok pikiran (pokir)dewan Bintan yang sempat viral dan diunggah salah satu media online.
Dalam hal ini Tarmizi anggota DPRD Bintan dari komisi II tanggapi serius soal pemotongan anggaran pokok pikiran (pokir) yang telah disepakati bersama Bupati Bintan Roby Kurniawan dan disaksikan oleh sekda Bintan Roni Kartika saat Musrembang di Hotel Badra pada 20 Maret 2023.
Waktu itu permintaan anggota dewan Bintan mintanya 2 Milyar Bang, untuk pokir, karena waktu itu juga dengan alasan bahwa kondisi APBD kita, baik-baik saja artinya Covid pun sudah tidak ada keuangan pun dalam kondisi baik.
"Dari permintaan anggota DPRD Bintan tersebut,bupati Bintan Roby Kurniawan merasa keberatan,dan disepakati bersama berdasarkan hasil nego sebesar Rp 1.5 milyar dari angka Rp 2 Milyar, kata Tarmizi.
Dari perjalanan waktu dari bulan Maret sampai saat ini, berdasarkan anggaran yang telah disepakati bersama sebesar Rp 1.5 milyar tersebut, dimasukkan beberapa kegiatan dari aspirasi yang ditampung dari masyarakat, ternyata dipangkas oleh TAPD menjadi Rp 1 Milyar tanpa adanya pemberitahuan kepada anggota dewan tersebut.
Padahal, kegiatan yang dimasukkan dan dipangkas anggarannya tersebut adalah skala prioritas.
"Tentu itu juga atas perintah Bupati kalau tidak perintah mana mungkin berani Tim TAPD," cetusnya.
Lebih lanjut anggota DPRD Bintan dari komisi II Tarmizi mengatakan, bahwa Bupati Bintan Roby Kurniawan terkesan berbohong hanya menyalahkan Tim TAPD, Selasa (10/10/23) (Zen)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |