Breaking News
Gus Irawan: Prabowonomics Fokus Pulihkan Ekonomi Kerakyatan | Kasus Dugaan Penganiayaan di Lahusa Jadi Sorotan, Korban Sebut Libatkan Oknum TNI dan Kepala Desa | Bupati Gus Irawan Dukung Kafilah Tapanuli Selatan pada MTQ ke-40 Sumut | Bupati Gus Irawan Dukung Kafilah Tapanuli Selatan pada MTQ ke-40 Sumut | Ribuan Jemaah Hadiri Kegiatan Doa Awal Tahun Hijriah, Polres Pekalongan Kota Lakukan Pengamanan | Kepulangan Jemaah Haji Kloter BTH-12: Wakil Bupati Siak dan PPIH Sambut Hangat 252 Jemaah di Batam |

Revitalisasi dengan Diperkuat Story Telling akan Berdampak Kemajuan Sektor Wisata Pulau Penyengat
Jumat 03 November 2023, 22:19 WIB

Siagaonline.com, Tanjungpinang -
Pulau Penyengat merupakan wilayah yang terletak di kota Tanjungpinang, provinsi Kepulauan Riau.pulau ini merupakan handalan tujuan destinasi wisatawan lokal maupun wisatawan luar negeri.

Para wisatawan sengaja datang  ke kota Tanjungpinang, dan lakukan kunjungan ke pulau penyengat, untuk lebih dekat melihat Tapak sejarah peradaban Melayu dan berbagai situs sejarah yang masih terpendam serta terpelihara dengan baik disana.

Dulunya, pulau penyengat ini merupakan pusat pemerintahan kesultanan Riau--lingga -johor -pahang , yang diberikan sebagai Mas Kawin' dari Sultan Mahmud Syah kepada sang istri tercinta, Engku Putri Raja Hamidah di tahun 1803.

Sejak Pademi Covid melanda Dunia, tempat ini sepi dari wisatawan yang datang, namun kini setelah semua itu berakhir, Destinasi wisata religi pulau penyengat mulai kembali bergairah, wisatawan yang datang dari pagi hingga petang terus bertambah.

Toha selaku Ketua Pemuda Penyengat, ikut apresiasi atas pembangunan jalan serta bertambah nya wisatawan yang datang berkunjung ke pulau penyengat.

"Semenjak adanya pembangunan jalan serta fasilitas umum lainnya, yang dibangun oleh pemerintah provinsi, kunjungan wisatawan mulai bertambah. Selain itu kami juga sering melakukan promosi kegiatan pentas seni budaya, untuk mengundang wisatawan," ujar Toha.

Alhamdulillah, kata Toha, sejalan dengan pak Gubernur  pembangunan fisik, kami juga ikut melestarikan serta menjaga cagar budaya yang ada disini. Kemudian disitus sejarah istana kantor, kita bangkitkan lagi pasar warisan nya, kataToha, Kamis(26/10/23).

Sebagai bahan masukan, Toha menambahkan, yang harus dikembangkan di pulau penyengat, seperti pertunjukan teater bangsawan, ada Zapin  berumur 100 tahun, ada gurindam 12.
Semua itu bisa kami olah menjadi musikal, visualisasi gurindam, bacaan gurindam12.

Seperti contoh, jelasToha, di Bali dan Jogja. Di Bali ada studio persembahan teater Leak , itu untuk menjaga agar budaya itu, tidak hilang , dan wisatawan bisa datang. Jika dibuat seminggu sekali, akan membuat daya tarik pengunjung datang.


Salah seorang pengunjung warga kota Batam saat mengisi waktu liburannya datang ke pulau penyengat.

Ia, terkesan  terhadap fasilitas dan pembangunan dipulau ini. Jalan dan pasilitas yang ada di pulau penyengat sudah bagus dan bersih.

"Sengaja datang ke kota Tanjungpinang, mengisi waktu liburannya ke rumah saudaranya, Sambil berkunjung ke pulau penyengat," katanya.

Untuk sampai ke pulau penyengat Ia, beli tiket kapal pompong yang bisa dibeli dekat pelabuhan jalan pos, kota Tanjungpinang. Harga tiket yang ditawarkan cukup murah, dalam sekali perjalanan sampai ke pulau penyengat sebesar Rp 9.000 (sembilan ribu rupiah), jelas pengunjung tersebut.

Setelah sampai ke pulau penyengat ia, menaiki Becak motor ( Bentor) yang ditarif  sebesar Rp 40.000 (empat puluh ribu rupiah) untuk satu jam perjalanan. Dengan waktu satu jam, ia, berkeliling dibeberapa tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat Melayu pulau penyengat karena dulunya,ada  bekas tapak sejarah pusat pemerintahan kerajaan Melayu Riau.


Ia, mengunjungi mesjid agung kesultanan Riau, makam Tengku Hamidah, Bukit kursi dan lainya.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri )Luki Zaiman Prawira, melalui Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata dinas Pariwisata
Provinsi Kepulauan Riau Afitri Susanti.S.Psi.MM.

Afitri Susanti.S.Psi MM mengatakan, Pemerintah provinsi melalui Gubernur Ansar bersama dinas-dinas terkait sudah melakukan Revitalisasi di pulau penyengat, dengan melakukan pembenahan-pembenahan dari segi Infrastruktur, mempercantik dan memperindah destinasi wisata religi dipulau penyengat.

Kemudian diharapkan Maintenance nya dan pemanfaatannya  digunakan sebagaimana mestinya. Sementara pengelolaan dan seterusnya dipersilahkan kepada Kota Tanjungpinang, serta stake holder yang ada, seperti kepada kecamatan Tanjungpinang kota, kepada kelurahan Pulau penyengat itu sendiri, ujar Afitri Susanti.

Afitri Susanti menjelaskan, dinas pariwisata kepri,sudah melakukan diskusi dan rapat, kepada para Asosiasi pariwisata agar, memasukkan penyengat itu menjadi salah satu tujuan wisata melalui paket- paket perjalanan wisata.

Salah satu contohnya. Ada wisatawan dari lagoi yakni tamu dari Singapura, masuknya dari entri point,Kemudian kita arahkan menuju rutenya ke Tanjungpinang. dan nanti mungkin bisa ke wisata sejarah ,bisa wisata religinya, kuliner khas nya,dan  beli oleh-oleh nya di Tanjungpinang, terang Afitri Susanti.

Afitri Susanti menjelaskan, untuk Jangka panjangnya,destinasi wisata religi yang ada di pulau penyengat ,akan dijadikan semacam dengan menguatkan story telllingnya.

Dengan sejarah yang ada di provinsi Kepri ini, dan latar belakang yang kuat , kita akan menguatkan story telllingnya. Sehinga pulau penyengat ini betul -betul menjadi salah satu destinasi religi yang unggul di Provinsi Kepri, bahkan untuk Indonesia, harapnya.

Salah satu contoh, jika kita ke malaka, disitu ada namanya sumur Hang Tuah. Kenapa begitu hebat, destinasi wisata sumur Hang Tuah tersebut, karena dikuatkan dengan story telllingnya, dan juga dikuatkan dengan strategi penguatan budaya, tutup Afitri Susanti.S.Psi.MM, Selasa (31/10/23).

*Inilah ringkasan destinasi wisata religi yang ada dipulau penyengat*

Untuk para wisatawan yang hendak berkunjung ke wisata religi pulau penyengat, cukup membayar ongkos kapal angkut penumpang berjenis pompong , yang ditarif per orangnya dalam sekali rute perjalanan sebesar Rp 9000(sembilan ribu rupiah).

 

Tiket tersebut, bisa didapat dan dibeli di pelabuhan penyeberangan dekat jalan pos kota Tanjungpinang . Sementara untuk jarak tempuh lebih kurang 10 menit sampai ke pulau destinasi religi pulau penyengat.

Mengenal situs sejarah kerajaan Melayu kesultanan Riau pulau penyengat, wisatawan dapat mengunjungi dan mengelilingi tempat tempat penuh dengan situs sejarah dan beberapa cagar budaya peninggalan kerajaan Melayu Riau-Lingga -pahang-johor.

Seperti Mesjid agung Kesultanan Melayu Riau, berwarna kuning yang dibangun dengan telor. Kemudian ada Komplek Makam Engku Puteri Raja Hamidah, makam-makam para raja dan pahlawan nasional Raja Ali Haji, serta komplek Istana Kantor dan benteng pertahanan Bukit Kursi dan masih banyak situs sejarah lain nya yang ada dipulau penyengat.

Selain itu, sajian kuliner  khas leluhur Melayu kesultanan Riau, bisa didapat dipasar warisan, seperti lakse, air Dohot minum ala Diraja, oleh- oleh Dram- Dram dan sebagainya.

Penulis.(M.zen)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top