Siagaonline.com, Tanjungpinang - Kawasan Kota Lama Tanjungpinang, tampak lebih indah, bersih dan cantik mempesona, setelah setahun lalu dilakukan pembangunan revitalisasi oleh Pemerintah Provinsi Kepri.
Tampak terlihat disepanjang jalan merdeka sampai menuju jalan Tengku Umar, warna warni Cat, menghiasi dinding komplek bangunan toko(Ruko) yang menjual berbagai keperluan masyarakat, seperti toko pakaian, beraneka ragam jajanan serta kuliner, bahkan ada banyak warung kopi yang tersedia, membuat pengunjung ketagihan bila mencicipinya.
Hiasan lampu taman berdiri tegak terparkir disisi pedesterian berlantai keramik batu alam yang sedang ramai dilalui oleh para pengunjung Saban harinya pagi hingga petang. Sambil berjalan kaki menyisiri kawasan kota lama, hiruk pikuk pengunjung datang dan pergi sambil nikmati suasana eksotis objek wisata yang ada dikawasan kota lama Tanjungpinang.
Suasana kental terasa, pastinya menjadi daya tarik para wisatawan lokal maupun luar negri, yang ingin berkunjung untuk menghabiskan waktu liburannya, dikota yang penuh dengan objek wisata religi serta sejarah dan cagar budaya dari kesultanan Melayu Riau .
Kawasan kota lama Tanjungpinang juga, sebagai tempat sentral pusat perbelanjaan yang dipenuhi oleh bangunan toko (Ruko) ditambah sentral pasar tradisional dengan hiruk pikuk dari para pembeli dan pedagang yang berasal dari luar pulau pulau terpencil setiap pagi hingga petang terus berdatangan.
Sementara itu, menjelang senja di sisi jalan kawasan kota lama, dipadati oleh para pedagang kali lima(PKL), menjajakan berbagai macam kuliner dan berbagai aneka minuman bagi para tamu yang datang.
Disamping itu juga, ada, berbagai macam kuliner yang menggugah selera dihati para pengunjung. Mulai dari masakan Tionghoa, masakan Padang, masakan ala Melayu.
Kawasan kota lama Tanjungpinang juga memiliki destinasi wisata religi yang tak kala menarik dari tempat kunjungan wisata lainnya.
Vihara Bahtra Sasana, yang konon katanya vihara paling lama dari vihara yang ada di wilayah kota Tanjungpinang. Vihara ini, berada dijalan merdeka berdekatan pos polisi sektor kota Tanjungpinang.
Vihara ini, sering dikunjungi oleh wisatawan dari Singapura, Malaysia
Hingga turis asing setiap harinya. Saat ini vihara Bahtra Sasana sedang dilakukan renovasi bangunan, untuk menambah eksotis wisata religi .
Tidak luput dari kunjungan dari para wisatawan, pastinya setiap wisatawan ingin membawa oleh-oleh pulang selepas berkunjung menghabiskan waktu liburannya di kawasan kota lama. Kebanyakan pengunjung membeli oleh- oleh pulang dengan berbelanja ikan bilis, sotong kering, makanan otak- otak dan juga beraneka ragam manisan buah segar yang dijual dijalan pelantar dua yang tidak jauh dari vihara Bahtra Sasana, hanya cukup berjalan kaki sampai.
Menurut salah orang pengusaha kedai kopi yang ada di kawasan kota lama.
Ia mengakui, kota lama sudah banyak perubahan, bersih, rapi, cantik dan jalan aspal juga sudah rapi dan mulus, tidak seperti dulu.
Kita buka warung kopi sekitar pukul 03.00 wib pagi.ada banyak pedagang dan orang yang datang duduk minum kopi.
Jika malam ada banyak juga pedagang yang berjualan di emperan toko disinj, ramai pengunjungnya, ungkap Ati.
Ati menyebutkan, untuk tamu orang dari Singapura, Malaysia sering ke sini ,pergi ke vihara sambil jalan jalan belanja bilis ke pelantar dua, Senin(30/10/23).
Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata provinsi
Kepulauan Riau Afitri Susanti,S.Psi.MM , mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui dinas -dinas terkait telah melakukan Revitalisasi di kota Lama Tanjungpinang, dengan melakukan pembenahan- pembenahan dari segi infrastruktur guna mempercantik serta memperindah kota lama sebagai daya tarik sektor kunjungan wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara masuk berkunjung ke kota lama Tanjungpinang.
Dengan harapan, ini menjadi destinasi ikonik yang menjadi wajah ibukota Provinsi Kepri, p ungkasnya, Rabu(1/11/23).
Penulis (M.zen)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |