SiagaOnline.com, Tanjungpinang - Pelaksanaan pekerjaan pembangunan proyek penataan pedagang kuliner kawasan Potong lembu perlu dipertanyakan.
Proyek yang hampir menelan anggaran RP 3 Miliar bersumber dari APBD kota Tanjungpinang Tahun anggaran 2023,justru menjadi pusat perhatian dari kalangan masyarakat kota Tanjungpinang.
Pasalnya anggaran yang dianggap fantastis besar anehnya material besi yang dipergunakan untuk pengecoran lantai terbilang kecil, hanya berukuran 6mm diduga tanpa menggunakan alas plastik Cor.
Pantauan dilapangan, Minggu (12/11/23) Tampak para pekerja buruh harian lepas sedang sibuk menjalin dan mengikat rangkaian material besi bangunan terbilang kecil ukuran penampangnya.
Jika ditafsir ukuran besi polos tersebut berukuran diameter 6 mm diduga dari kasat mata tidak terlihat lapisan pendukung pelastiik Cor, untuk mencegah adanya perembesan air secara langsung ke dalam semen. Jika pada lantai dasar konstruksi tidak diberikan sebuah pelapisan. Maka air semen yang ada nantinya akan sangat mudah untuk bersentuhan langsung dengan tanah. Dengan bahan penyusunnya yang bagus, bertujuan agar konstruksi yang dibuat kuat dan tidak rawan roboh.
Dari sisi depan terlihat tumpukan besi bersilang- silang tidak beraturan satu sama dengan lainnya.terlihat juga kolom-kolom besi yang telah selesaikan dikerjakan terlihat tidak sama ukurannya kolom satu dengan kolom besi lainya.
Hal ini dianggap mustahil dan tidak masuk diakal, proyek yang sebegitu besar penggunaan anggaran nya hampir Rp 3 miliar bersumber dari APBD kota Tanjungpinang Tahun anggaran 2023 hanya memakai besi yang ukurannya terbilang kecil dan pelaksanaanya diduga tidak mempunyai teknik kerja yang profesional.
Diketahui struktur lahan dikawasan Akau potong lembu berpapasan Langsung dengan sumber air laut yang bisa mengakibat korosi (pengkaratan) besi dan menimbulkan rapuh serta patah, jika kontruksi bangunan tidak dibuat secara profesional.
Diketahui, proyek pembangunan Akau potong lembu berjudul kegiatan pembangunan penataan pedagang kuliner kawasan potong lembu sebagai kontraktor pelaksana CV. Standard Sukses Abadi ,sebagai konsultan pengawas CV. Cipta perdana Teknis masa kerja 90 hari kalender.
Proyek yang menelan anggaran hampir Rp 3 Miliar bersumber dari APBD kota Tanjungpinang Tahun anggota 2023 berasal dari dinas perkerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang.
Menurut salah seorang pekerja yang enggan disebut namany, ia mengaku bahwa ukuran besi yang dipakai untuk lantai cor disini berukuran 6 mm.
"Saya dengar-dengar bosnya namanya William dia adalah pemilik CV dan sebagai pelaksana proyek," kata pekerja harian tersebut.
Dihari yang sama, seorang yang mengaku pengawas lapangan saat ditemui oleh Tim media ini menjelaskan bahwa, untuk pelaksanaan batas terakhir untuk proyek ini tanggal 27 November 2023.
"Kalau ga salah proyek ini batas terakhir pengerjaannya bulan ini tanggal 27 ia mengaku baru 2 bulan berjalan dalam pelaksanaan proyek pembangunan Akau potong lembu," ujarnya.
Dikatakannya,besaran anggaran proyek ini tidak termasuk pengerjaan parit yang berada disampingnya.
"Kalau proyek ini selain fisiknya juga disertakan dengan peralatan gerobak dan bangku pedagang,ia akui besi tersebut berukuran 6 mm," kata pengawas tersebut.
Sementara itu Kepala dinas PUPR kota Tanjungpinang Rusli saat dikonfirmasi terkait pelaksanaan teknis pemasangan besi dan spesifikasi material besi yang dipergunakan di proyek pembangunan Akau potong lembu, belum ada Tanggapannya.
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |