SiagaOnline.com, Tanjungpinang - PT. Pelindo Reg I Cabang Tanjungpinang bersama kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan (KSOP) kelas II Tanjungpinang bersama stakeholder terkait dalam menghadapi lonjakan penumpang liburan natal 2023 serta tahun baru 2024 dipelabuhan Sri Bintan pura kota Tanjungpinang, Jumat (22/12/23).
Darwis GM PELINDO Reg 1 Cabang Tanjungpinang Melalui Staff PR (Public Relation Communication) Ril, mengatakan, saat ini PT Pelindo Reg I cabang Tanjungpinang dalam kesiapan Nataru 2023/2024.
"Sampai saat ini semua dalam keadaan kondusif, kemudian fasilitas yang disediakan bagi para penumpang datang dan pergi dipelabuhan Sri Bintan pura Tanjungpinang, sesuai dengan standarisasi yang ada," ujarnya.
Sebelum Nataru ini semua sudah dikumpulkan seluruh instansi oleh KSOP kelas II tanjungpinang apapun perubahannya yaitu, terkait dengan flow sementara yaitu yang dulunya trestle itu untuk di jalur internasional saja, itu menjadi pintu masuk penumpang untuk sementara waktu dan yang domestik menjadi pintu keluar sementara ini fixation saja, lanjut Ril.
"Tujuan dibuat jalur penumpang untuk sementara, tujuannya untuk fixation.ini jangan sama kayak lebaran tahun lalu, jalur antrian sampai panjang, jadi orang masuk dan orang keluar itu jadi stagnan posisi nya ditengah tengah. Perubahan jalur penumpang sementara baru di mulai sejak kemarin," ujar Ril.
Kepala seksi keselamatan berlayar, penjagaan dan Patroli (Kasi KBPP) KSOP kelas II Tanjungpinang Topan Wisnu Candra mengatakan, terkait
Kesiapan Nataru tahun 2023/20224 diprediksi penumpang lebih kurang ada kenaikan 17 persen dari tahun kemarin, Natal dan tahun baru sebelumnya.
"Untuk penumpang naik itu, lebih kurang sekitar 89.944.00 (delapan ribu sembilan ratus sempat puluh empat) atau lebih kurang ada kenaikan 18,68 persen. Untuk penumpang turun atau tiba diprediksi 45.701 (empat puluh lima ribu tujuh ratus satu) orang. Ada kenaikan lebih kurang 16,16 persen. Dengan rata rata kenaikan lebih kurang 17 persen,"jelas Topan.
Menurut Topan Wisnu Candra, diprediksi lonjakan penumpang ada tiga sebab.
"Untuk prediksi terhadap lonjakan penumpang ada tiga diprediksikan. Ada pra Natal atau sebelum Natal, ada periode Natal dan tahun baru, ada paska tahun baru atau setelah tahun baru," ungkap Topan.
Kalau pra Natal atau sebelum Natal diprediksi lonjakan penumpang pada hari ini tanggal 22 Desember 2023. Kalau natal dan tahun baru tanggal 29 Desember, setelah paska tahun baru atau setelah lepas tahun baru di prediksi pada tanggal 3 Januari 2024, ucap Topan.
Kemudian Topan Wisnu Candra mengatakan, terkait armada total lebih kurang ada 48 armada perusahaan pelayaran nasional. ada 6 armada dari Pelra (pelayaran rakyat) dengan total lebih kurang ada 54 armada.
"Dari 54 armada tersebut dengan kapasitas angkut nya lebih kurang 11.201 (sebelas ribu dua ratus satu) orang yang melayani di pelabuhan Domestik maupun pelabuhan internasional," ujar Topan.
Terkait tahapan-tahapan penyelenggaraan Nataru terkait kesiapan armada KSOP kelas II Tanjungpinang telah melakukan Ramcek terhadap armada-armada yang beroperasi yang disesuaikan dengan instruksi dari jendral perhubungan laut, ujarnya lagi.
"Sebelum kegiatan Natal dan tahun baru itu, kapal-kapal yang akan melayani Natal dan tahun baru terlebih dahulu diperiksa," kata Topan.
Seluruh upt perhubungan laut sudah mengadakan inspeksi atau Ramcek yang dilaporkan ke direktorat jenderal perhubungan laut di Jakarta, lanjutnya.
"Untuk KSOP kelas II Tanjungpinang telah melaksanakan inspeksi atau Ramcek terhadap 6 armada sisanya dilaksanakan oleh upt- upt perhubungan laut yang ada diseluruh Indonesia, sesuai dengan surat instruksi Dirjen perhubungan laut," bebernya
Dalam keadaan cuaca kurang bersahabat, Topan mengatakan, untuk keadaan cuaca sudah diantisipasi di posko Nataru ini.
"Sebelum posko Nataru kita sudah mengadakan pertemuan rapat dengan stakeholder terkait salah satunya adalah rekan -rekan dari BMKG," pungkas Topan.
Dimana mereka terus mengupdate informasi cuaca ke grup Nataru, kemudian dari grup Nataru tersebut kita sebar luaskan informasi tersebut kepada nakhoda-nakhoda kapal yang ada di pelabuhan sri bintan pura maupun keseluruhan operator-operator di wilayah operasi KSOP kelas II Tanjungpinang, imbuhnya.
Berdasarkan informasi dari data yang ada bisa dilihat di Siasati. Dephub.go.Id. Dimana untuk saat ini di pelabuhan Sri bintan pura Tanjungpinang terpadat nomor dua(2) di Indonesia, setelah batam nomor satu (1), ungkapnya.
"Batam dengan jumlah keberangkatan 34.781 orang dengan jumlah pelabuhan nya diperkirakan 5 atau 6 pelabuhan. Sedangkan di Tanjungpinang hanya ada satu pelabuhan dengan jumlah keberangkatan 22.000 orang," katanya.
Kita harus bangga dan mawas diri karena berada diurutan nomor dua (2)di Indonesia pelabuhan terpadat, tutupnya. (Zen)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |