SiagaOnline.com, Muara Enim - Berbagai upaya terus dilakukan oleh Lapas Muara Enim, dalam mendukung Program Asta Cita Presiden, 13 program akselerasi Menteri imigrasi dan pemasyarakatan , serta arahan Dirjen Pemasyarakatan terkait ketahanan pangan dan kemandirian warga binaan.
Langkah ini diwujudkan melalui implementasi sejumlah program kemandirian yang memberi kesempatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk mengembangkan keterampilan, menghasilkan produk unggulan, sekaligus mendukung ketahanan pangan. Rabu (19/11/2025).
Di Lapas Muara Enim, salah satu UPT pemasyarakatan yang aktif menjalankan program ini, produk unggulan yang dihasilkan antara lain batik lemang dan backry sapena. Kedua produk ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keterampilan bagi WBP, tetapi juga menjadi upaya pemberdayaan ekonomi yang nyata.
“Program ini sejalan dengan arahan Dirjen Pemasyarakatan untuk memaksimalkan kemandirian warga binaan melalui keterampilan yang produktif. Produk-produk unggulan seperti batik lemang dan backry sapena menunjukkan kreativitas dan dedikasi WBP dalam memanfaatkan waktu mereka secara positif,” ujar Auliya Zulfahmi selaku Kalapas
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan lokal serta memperkuat citra positif pemasyarakatan sebagai institusi yang membina dan memberdayakan warganya secara holistik.
Melalui program-program kemandirian ini Lapas Muara Enim membuktikan komitmen mereka dalam menerjemahkan kebijakan nasional menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi WBP dan masyarakat luas. (Genta).
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |