Breaking News
Polsek Concong Dukung Program Asta Cita Presiden RI Melalui Penanaman Jagung Monokultur di Desa Concong Tengah | Dua Pejabat PUTR Gunungsitoli Beda Pengakuan soal Alat Berat di Galian Ilegal, GMPL: “Ini Bukan Kekeliruan, Tapi Bukti Dugaan Kejahatan” | Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto Instruksikan Penguatan Program 'Ananda Bersinar' dan Akses Digital Rehabilitasi | Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun Pimpin Pelantikan Analis Keimigrasian Ahli Muda, Tekankan Integritas dan Pelayanan PRIMA | Hery Sugiarto Pimpin Razia Rutan Sipirok, Seluruh Sampel Urine Negatif | Pemdes Sidoluhur Salurkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng dari Bulog Bulan Februari dan Maret 2026 Kepada Masyarakat  |

Manuver Politik Lama Dinilai Ganggu Investasi Singkep, Mantan Bupati Lingga Disorot
Rabu 17 Desember 2025, 20:04 WIB

Siagaonline.com, Lingga — Ketika Pemerintah Kabupaten Lingga tengah membuka jalan bagi investasi strategis di Pulau Singkep, suara kontra justru datang dari masa lalu. Pernyataan mantan Bupati Lingga Alias Wello dinilai tidak hanya menyesatkan, tetapi juga sarat muatan politis yang berpotensi mengganggu agenda percepatan pembangunan daerah.

Ketua DPD Perpat Lingga, Frans Wijaya, secara terbuka menyebut sikap Alias Wello sebagai manuver politik lama yang tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini.

"Statemen itu bukan kritik membangun. Ini lebih terlihat sebagai upaya pencitraan dan manuver politik. Ketika pemerintah bekerja, justru dilempar narasi yang bisa memecah fokus publik,” tegas Frans, Rabu (17/12/2025).

Frans menekankan bahwa investasi yang masuk ke Pulau Singkep melalui PT Thiansan Global Alumina Indonesia bukan proyek dadakan, melainkan hasil proses panjang yang sebelumnya selalu gagal direalisasikan termasuk pada masa kepemimpinan Alias Wello sendiri.

"Wacana investasi Singkep ini sudah puluhan tahun. Anehnya, saat beliau menjabat, tidak pernah terwujud. Sekarang ketika pemerintahan baru mulai mengeksekusi, justru muncul permintaan diskusi dan narasi seolah ada masalah besar. Ini ironi politik,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut adanya catatan publik terkait hambatan non-teknis pada masa lalu yang diduga menjadi penghalang masuknya investor.

“Fakta di lapangan, dulu ada investor yang mundur karena persoalan perizinan dan permintaan tertentu. Kalau mau bicara jujur, seharusnya itu juga dibuka. Jangan sekarang menghakimi proses yang justru sedang dibenahi,” tambah Frans.

Nada keras juga datang dari aktivitas muda Mandala pancur di kenal pemberani dan tegas. Mandala menilai pernyataan Alias Wello sebagai bentuk politik adu persepsi yang tidak sehat.

"Beliau politisi senior, paham betul dampak ucapannya. Kalau pernyataannya justru memicu kegaduhan, patut dipertanyakan motifnya. Ini bukan lagi kritik, tapi manuver,” kata Mandala.

Mandala menegaskan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, kini tidak lagi mudah digiring oleh narasi simbolik tanpa substansi.

"Strategi lama sudah terbaca. Publik sekarang menilai dari kerja nyata, bukan dari siapa yang paling keras bicara,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lingga terus melanjutkan langkah konkret. Bupati Lingga M. Nizar diketahui telah mendatangi Jakarta untuk memastikan kepastian audiensi dengan Menteri Pertahanan guna mempercepat realisasi proyek yang telah lama tertunda tersebut.

Di tengah dinamika politik yang menguat, desakan pun muncul agar seluruh pihak menempatkan kepentingan daerah di atas manuver personal. Investasi, menurut para pendukungnya, bukan ruang nostalgia politik, melainkan kebutuhan riil masyarakat yang menunggu lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.(Ryan)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top