Siagaoneline.com, Palembang - Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Drainase dan Bendung Lematang telah menghabiskan anggaran APBN hampir Rp900 milyar.
Namun bangunan yang diharapkan mengairi persawahan 3.200 hektar tersebut, nasibnya bak seperti Hambalang dan Masjid Sriwijaya, "mubazir dan berpotensi merugikan negara".
Bendung dan Drainase Lematang yang tadinya diharapkan menjadikan daerah dataran tinggi Basemah lumbung padi ternyata jauh dari kata bermanfaat walau hanya untuk 1 hektar lahan persawahan.
Timbul suatu pertanyaan, "kegagalan konstruksi ataukah salah perencanaan penyebab bangunan air berupa bendung dan drainase tidak berpungsi sementara dana sudah demikian besarnya hampir Rp900 milyar yang digelontorkan".
Pegiat anti korupsi Sumsel yang juga ahli bangunan air serta putra daerah Basemah, "Ir Feri Kurniawan menyatakan, "Bencana keuangan Nasional dan potensi kegagalan perencanaan yang berdampak gagal konstruksi".
"Perlu dilakukan audit dengan tujuan tertentu terhadap item by item bangunan yang telah dilaksanakan sehingga didapat berapa perhitungan potensi kerugian negara", ujar Feri dalam siaran persnya, Jumat, 16 Januari 2026.
Feri mempertanyakan, apakah potensi kerugian negara dari kegagalan perencanaan atau salah pelaksanaan serta potensi kemahalan harga atau mark up perhitungan konstruksi.
"Pastinya proyek - proyek dengan label Strategis Nasional berlindung dengan pendampingan dari APH sehingga perlu tekanan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengungkap potensi kerugian negara", tegas Feri.
"Tapi hal yang tidak mungkin berharap dukungan pemerintah daerah untuk mengungkap potensi kerugian negara yang mungkin mencapai ratusan milyar ini karena nyali Kepala Daerah yang tidak memungkinkan", pungkas Ir Feri Kurniawan.
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |