Breaking News
PWI Riau Buka Pendaftaran Anugerah Jurnalistik Ali Kelana 2026, Angkat Tema Energi Berkelanjutan  | Lolos Tingkat Pusat, Ini Daftar 6 Nama Calon Paskibraka Nasional Perwakilan Provinsi Riau  | Revitalisasi JPO Sudirman Tahap Pemasangan Lampu Hias, Spot Ikonik di Pekanbaru Segera Rampung | Ribuan Titik PJU di Kota Pekanbaru Rampung Diperbaiki | Hadir di Tengah Masyarakat, Kapolres Pekalongan Kota Pimpin Patroli Skala Besar Hingga Dini Hari | Hut Bhayangkara ke-80, Polres Pekalongan dan Dinkes Gelar Skrining Massal TB Paru |

Tokoh Masyarakat Tanjung Bungsu Minta DLH Lingga Tindak Tegas Pabrik Sagu Karena Limbah Sudah Mematikan Ikan Para Nelayan
Senin 16 Februari 2026, 18:01 WIB

Siagaonline.com, Lingga - Tokoh masyarakat Tanjung Bungsu Desa Resun Pesisir Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga Martion, dengan tegas mengatakan pada awak media menyangkut dugaan limbah yang sangat menghantui para nasib nelayan di pesisir pantai desa resun pesisir.

 

"Sampai dengan berita ini di turun kan bahwa ikan peliharaan kakap Martion sudah 2000 lebih mati akibat imbas dari limbah pabrik sagu yang ada di desa resun pesisir dan ini siapa yang bertanggung jawab," kata Martion.


Menurut Martion  seyogya nya dinas lingkungan hidup kabupaten lingga harus peka dan ambil langkah tegas menyangkut limbah yang menghantui masyarakat desa resun pesisir dan kalau cabut izin operasional nya.


Sebenar nya masalah limbah ini sudah lama di persoalkan oleh masyarakat tapi kita harus memaklumi nya karena masyarakat tidak faham dan tidak tahu mengadu kemana kata Martion.
Hal yang sama juga di sampaikan masyarakat resun pesisir yang tidak mau di sebut jati diri nya bahwa dengan hadir nya pabrik sagu di resun pesisir ini sangat merugikan para nelayan tangkap tradisional di mana hasil tangkapan nya sangat jauh berkurang dan di boleh di katakan zonk alias tidak ada hasil lagi wilayah nya.


Masi menurut Nara sumber yang tidak mau di sebut kan nama nya lebih bagus cabut izin pabrik sagu ini karena tidak ada manfaat betol bagi para nelayan tradisional.


"Dimana hasil tangkapan seperti ketam,ikan dan lain sebagai susah di dapati para nelayan tradisional," imbuh nya.


Sementara Kades Resun Pesisir Jufri ketika di konfirmasi melalui sambungan seluler nya menyangkut limbah pabrik sagu yang sangat merugikan tangkapan para nelayan tradisional ini tidak pernah merspon.


Sementara Abun pengusaha pabrik sagu yang berdomisili di Selat Panjang ketika di konfirmasi menyangkut limbah tidak mendapatkan penjelasana.(Ryan)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top