Breaking News
Polsek Concong Dukung Program Asta Cita Presiden RI Melalui Penanaman Jagung Monokultur di Desa Concong Tengah | Dua Pejabat PUTR Gunungsitoli Beda Pengakuan soal Alat Berat di Galian Ilegal, GMPL: “Ini Bukan Kekeliruan, Tapi Bukti Dugaan Kejahatan” | Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto Instruksikan Penguatan Program 'Ananda Bersinar' dan Akses Digital Rehabilitasi | Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun Pimpin Pelantikan Analis Keimigrasian Ahli Muda, Tekankan Integritas dan Pelayanan PRIMA | Hery Sugiarto Pimpin Razia Rutan Sipirok, Seluruh Sampel Urine Negatif | Pemdes Sidoluhur Salurkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng dari Bulog Bulan Februari dan Maret 2026 Kepada Masyarakat  |

Upaya Gigih Bupati Gus Irawan Dorong Pemulihan Korban Banjir Tuai Pujian Tinggi dari Mendagri dan Menteri PKP
Jumat 27 Maret 2026, 20:32 WIB
Keterangan Foto: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait puji kinerja Bupati Gus Irawan sekaligus menyerahkan kunci hunian tetap kepada warga korban bencana di Tapanuli Selatan, Jumat (27/3/2026).

TAPANULI SELATAN, SiagaOnline.com – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyerahkan 120 unit hunian tetap (huntap) tahap pertama bagi masyarakat korban bencana hidrometeorologi di Dusun Tamansari, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (27/3/2026). Penyerahan tersebut menjadi bukti nyata apresiasi pemerintah pusat atas kegigihan Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu dalam mempercepat pemulihan warganya.

Mendagri Tito Karnavian memberikan pujian setinggi-tingginya terhadap kinerja Bupati Gus Irawan yang dinilai paling cepat dan sigap dalam penanganan pascabencana dibanding daerah lain di Sumatera. Menurutnya, keberhasilan pembangunan huntap sangat bergantung pada kelengkapan data korban berbasis nama dan alamat (by name by address) yang diserahkan pemerintah daerah kepada Badan Pusat Statistik (BPS) untuk verifikasi.

"Tapanuli Selatan menjadi salah satu daerah tercepat. Ini bisa menjadi role model bagi daerah lain. Kolaborasi pemerintah daerah, BPS, TNI-Polri, dan seluruh unsur berjalan sangat baik," ungkap Tito.

Ia menjelaskan bahwa kecepatan Bupati Gus Irawan dalam menyampaikan data kerusakan secara lengkap—mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat—turut mempercepat pencairan berbagai bantuan pemerintah pusat. Warga terdampak menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp1,8 juta untuk tiga bulan, Jaminan Hidup Rp15.000 per orang per hari, bantuan perabotan rumah tangga Rp3 juta, serta stimulan ekonomi Rp5 juta. "Itu juga karena data dari Pak Bupati yang diserahkan dengan cepat," imbuhnya.

Bupati Gus Irawan Pasaribu menyampaikan rasa syukur atas perhatian besar pemerintah pusat yang terus berkoordinasi intensif sejak awal bencana hingga proses pemulihan. Menurutnya, kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat setempat.

"Pemerintah pusat hadir luar biasa. Presiden, Wakil Presiden, para menteri terus memberi perhatian. Bahkan pada hari libur dan hari besar kami tetap melakukan koordinasi. Ini bukti kesungguhan negara membantu rakyat," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa semua fasilitas negara sebenarnya sudah tersedia, dan kunci keberhasilan terletak pada kecepatan daerah dalam menyiapkan data yang valid. "Semua fasilitas negara sebenarnya sudah tersedia. Kuncinya ada pada kecepatan daerah dalam menyiapkan data yang valid," tandasnya.

Menteri PKP Maruarar Sirait turut mengapresiasi kinerja Bupati Gus Irawan dalam memastikan pembangunan huntap berjalan optimal. Ia meninjau langsung beberapa unit rumah di Blok B2 dan B4 bersama warga penerima bantuan untuk memastikan kualitas bangunan, fasilitas air bersih, listrik, serta kelayakan hunian memenuhi standar kenyamanan.

Pembangunan huntap ini merupakan bagian dari total 454 unit rumah, dengan rincian 120 unit telah selesai dan diserahkan, 227 unit dalam tahap pembangunan, serta 107 unit ditargetkan rampung pada 20 April 2026. Kawasan huntap juga dilengkapi fasilitas umum seperti lapangan, ruang terbuka hijau, masjid, balai desa, serta jaringan jalan dan utilitas dasar.

Bupati Gus Irawan menyebut bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia—yang menjadi mitra pembangunan—bahkan melampaui komitmen awal. "Awalnya hanya rumah, tetapi ternyata masyarakat juga mendapatkan sofa, meja makan, lemari, spring bed di setiap kamar. Ini jauh di atas ekspektasi kami," katanya.

Mayasari, warga Dusun Nusa Indah Desa Hapesong Baru, mengaku sangat bahagia menerima rumah baru. "Walaupun Yayasan Buddha Tzu Chi lintas agama, mereka membantu kami dengan tulus. Ini menunjukkan persatuan dan kemanusiaan yang luar biasa," ujarnya. "Semua bagus, mulai dari spring bed, sofa, sampai meja makan. Gratis tapi kualitasnya tidak gratisan," tambahnya haru.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara Mujianto berharap rumah bantuan tidak diperjualbelikan dan benar-benar menjadi tempat memulai kehidupan baru bagi para korban bencana. Mendagri Tito Karnavian menutup kegiatan dengan harapan agar keberhasilan Tapanuli Selatan menjadi inspirasi nasional. "Ini contoh nyata gotong royong Indonesia. Negara hadir, masyarakat dibantu, dan harapan baru dibangun kembali," pungkasnya.(Mubin

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top