Keterangan Foto: Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga membacakan sambutan Bupati Gus Irawan Pasaribu saat pembukaan Rakortekrenbang 2026 di Aula Sarasi Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan, Rabu (01/04/2026).TAPANULI SELATAN, Alarmpena.or.id – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menggelar Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Tahun 2026 di Aula Sarasi Lantai Tiga Kompleks Perkantoran Bupati, Sipirok, Rabu (01/04/2026). Forum strategis ini menjadi ajang sinkronisasi arah pembangunan daerah berbasis potensi unggulan sekaligus upaya percepatan pemulihan ekonomi pascabencana yang berdampak pada 14 kecamatan di wilayah tersebut.
Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga menegaskan bahwa pengembangan komoditas unggulan menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, strategi tersebut tidak sekadar meningkatkan produksi, melainkan mencakup hilirisasi industri, peningkatan nilai tambah, penguatan rantai pasok, hingga perluasan akses pasar.
"Diperlukan sinergi yang kuat antar sektor dan antar wilayah agar seluruh potensi unggulan daerah dapat berkembang secara optimal," ujarnya.
Pemerintah daerah saat ini menitikberatkan upaya pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai langkah percepatan pemulihan pascabencana. Berbagai komoditas unggulan Tapanuli Selatan yang berpotensi dikembangkan secara terarah meliputi kopi, aren, kakao, kolang-kaling, serta komoditas pertanian dan perkebunan lainnya.
"Kami berharap Rakortekrenbang ini menghasilkan rekomendasi strategis, inovatif, dan aplikatif guna mendorong pembangunan berbasis potensi unggulan daerah sehingga tercipta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sumatera Utara, Dr. Dikky Anugerah, menyampaikan bahwa Rakortekrenbang memiliki posisi sangat strategis dalam keseluruhan siklus perencanaan pembangunan daerah.
Ia menjelaskan forum ini menjadi bagian penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 sekaligus implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029.
"Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Kami berharap Rakortekrenbang ini melahirkan program yang konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat," tegasnya.
Dengan mengusung tema "Hilirisasi dan Industrialisasi Berbasis Komoditas Unggulan", pembangunan ekonomi daerah ke depan harus diwujudkan melalui keterpaduan lintas sektor secara terintegrasi dan berkelanjutan. Tahun 2027 akan menjadi fase ekspansi pembangunan, sehingga perencanaan kerja tahun tersebut menjadi titik ungkit penting untuk memperluas sasaran, cakupan, dan manfaat pembangunan secara masif di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Rakortekrenbang Tahun 2026 berlangsung selama dua hari, 1–2 April 2026, yang terbagi dalam dua desk pembahasan, yakni Desk Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) di Aula Dinas Kesehatan dan Desk Infrastruktur di Aula Bappeda. Kegiatan dihadiri perwakilan Bupati/Wali Kota se-Sumatera Utara, Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan H. Sofyan Adil Siregar, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para camat se-Kabupaten Tapanuli Selatan.(Mubin)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |