Keterangan Foto: Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu (pinggir kiri) bersama Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait saat penyerahan kunci rumah hunian tetap kepada warga korban bencana di Desa Hapesong, Tapsel.MEDAN, Siagaonline. com —Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu mengungkapkan rahasia di balik derasnya aliran bantuan dari pemerintah pusat yang membuat Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden, para menteri Kabinet Merah Putih, hingga lembaga nonpemerintah bergantian datang ke daerahnya untuk membantu penanganan pascabencana banjir bandang akhir tahun lalu. Kunci utamanya terletak pada pengelolaan data yang valid, terverifikasi, dan komunikasi politik yang kuat ke pusat.
Bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan tanah bergerak melanda 13 dari 15 kecamatan di Tapsel pada 25 November 2025, kemudian meluas ke 14 kecamatan pada 26 Desember 2025. Ribuan warga terdampak dan puluhan jiwa menjadi korban. Menyikapi musibah tersebut, Gus Irawan menerapkan strategi berbasis data komplit dan valid dengan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), Kodim 0212/TS, dan Polres Tapanuli Selatan dalam proses verifikasi .
"Kehadiran negara dalam penanganan bencana di Tapsel luar biasa. Kami merasakan kehadirannya dan mengucapkan terima kasih. Terbukti dari pejabat negara, Presiden, Wakil Presiden, Menteri Kabinet Merah Putih, bahkan ada yang berulang kali datang," katanya kepada media di Medan, Rabu (1/4/2026).
Bupati Tapsel ini memahami betul mekanisme penyaluran dana bantuan pemerintah pusat. "Bahwa sebetulnya negara menyiapkan banyak dana siap pakai yang dikelola pemerintah pusat. Tapi kan dana itu harus kita jolok. Menjoloknya tidak bisa pakai galah. Ya harus pakai data yang sudah terverifikasi dan tervalidasi," ujarnya.
"Perhatian pemerintah yang sangat besar itu memotivasi saya dan jajaran. Bahasa saya begini, jangan orang pula lebih bersungguh menangani bencana ini. Mereka sifatnya membantu, justru kita di Tapsel yang paling bertanggungjawab atas situasi tersebut," tegasnya.
Gus Irawan menegaskan bahwa semangat pemerintah daerah harus melampaui pihak-pihak yang mengulurkan bantuan. "Nah ini negara membantu, NGO juga banyak mengulurkan tangan, banyak organisasi. Tentu itu selalu jadi bahan saya bahwa mereka membantu karena didorong rasa kemanusiaan. Jangan kemudian kita yang di daerah kalah semangat dengan mereka yang membantu," imbuhnya.
Terlebih, keterlibatan Yayasan Buddha Tzu Chi dalam pembangunan rumah hunian tetap (huntap) merupakan inisiatif awal dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. "Bagi kami, langkahnya sangat membantu. Coba apa urusannya misalnya Buddha Tzu Chi membantu pembangunan rumah tapi Menteri Maruarar memfasilitasinya. Bukan uang kecil yang mereka bawa. Ada 227 rumah yang mereka bantu," jelasnya .
Dalam memastikan akurasi data, Gus Irawan turun langsung ke seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat dusun dan desa. Data direkap di kecamatan sebelum masuk ke tingkat kabupaten. "Semakin cepat kita menaikkan data semakin cepat pula kehadiran negara. Ketika APBN sudah turun akan semakin cepat pula masyarakat mengatasi kesulitannya," ucapnya.
Bupati juga sudah mewanti-wanti bawahannya mengenai konsekuensi hukum bila terjadi penyimpangan bantuan. "Jangan coba-coba main-main dengan bantuan. Itu pidana. Saya sudah wanti-wanti sejak awal," tegasnya. Ia memastikan semua bantuan tersalur tepat sasaran, dengan rencana tahap kedua bagi warga yang belum terdata.
Total bantuan hunian tetap yang akan diterima warga mencapai 1.801 unit, terdiri dari 200 unit insitu, 133 unit eksitu mandiri, dan 1.444 unit terpusat, ditambah 24 unit dari data baru. Hingga kini, 120 unit huntap tahap pertama telah diserahkan di Desa Hapesong, Batangtoru .
Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Pemkab Tapsel, menjadikannya contoh nasional penanganan pascabencana tercepat. "Saya berbicara sesuai fakta dan data. Karena itulah di setiap rapat bersama para kepala daerah yang terdampak bencana, saya selalu memuji pak Gus Irawan dan menjadikannya sebagai contoh percepatan pemulihan pascabencana," ujar Mendagri Tito Karnavian .(Mubin)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |