Breaking News
Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun Pimpin Pelantikan Analis Keimigrasian Ahli Muda, Tekankan Integritas dan Pelayanan PRIMA | Hery Sugiarto Pimpin Razia Rutan Sipirok, Seluruh Sampel Urine Negatif | Pemdes Sidoluhur Salurkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng dari Bulog Bulan Februari dan Maret 2026 Kepada Masyarakat  | Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Pekalongan Gelar Lomba Gaktibplin untuk Tingkatkan Disiplin Anggota | Bhabinkamtibmas Air Tawar Monitoring Perawatan Jagung 1,5 Hektar Dukung Ketahanan Pangan Asta Cita | PT SAI Tegaskan Penanganan Warga yang Diamankan Mengedepankan Pemeriksaan Kesehatan |

Demplot Digital Farming Hadir, Petani Pesisir Siap Tingkatkan Panen
Kamis 09 April 2026, 16:08 WIB

Siagaonline.com, Kota Pekalongan — Upaya mengatasi tingginya kadar garam di lahan pesisir kini memasuki fase baru di Pekalongan Utara. Petani mulai diperkenalkan dengan teknologi digital farming dan sistem bioremediasi sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan bekas rob.

Program ini menjadi langkah strategis dalam menjawab persoalan klasik yang selama ini dihadapi petani di wilayah terdampak intrusi air laut, yakni tingginya kadar salinitas tanah yang berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian.

Asisten Manajer Unit Pengembangan UMKM Bank Indonesia Tegal, Muhammad Abror Widigdo, saat ditemui pada kegiatan capacity building pengembangan padi salin berbasis teknologi, kemarin, menjelaskan bahwa pihaknya turut memfasilitasi pembuatan lahan percontohan atau demplot seluas tiga hektar berbasis aplikasi digital. Teknologi tersebut memungkinkan petani memantau kondisi tanaman secara lebih akurat dan real-time.

“Bank Indonesia memfasilitasi pembuatan demplot seluas tiga hektar berbasis aplikasi digital untuk memantau kondisi tanaman secara akurat,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, selain difungsikan untuk produksi konsumsi, sebagian lahan tersebut juga diproyeksikan menjadi pusat perbenihan padi biosalin unggul. Hal ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan bibit yang tahan terhadap intrusi air laut bagi para petani setempat.

“Sebagian lahan juga diproyeksikan menjadi pusat perbenihan padi biosalin unggul guna menjamin ketersediaan bibit tahan intrusi air laut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa penerapan teknologi presisi dalam sektor pertanian diharapkan mampu menekan risiko gagal panen akibat faktor alam yang selama ini sulit dihindari.

“Melalui penerapan teknologi yang presisi, risiko gagal panen akibat faktor alam diharapkan dapat diminimalisir secara signifikan,” terangnya.

Transformasi menuju pertanian digital ini tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga menjadi bukti bahwa lahan bekas rob tetap memiliki potensi besar apabila dikelola dengan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat.
(ims/dea)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top