Breaking News
Dua Pejabat PUTR Gunungsitoli Beda Pengakuan soal Alat Berat di Galian Ilegal, GMPL: “Ini Bukan Kekeliruan, Tapi Bukti Dugaan Kejahatan” | Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto Instruksikan Penguatan Program 'Ananda Bersinar' dan Akses Digital Rehabilitasi | Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun Pimpin Pelantikan Analis Keimigrasian Ahli Muda, Tekankan Integritas dan Pelayanan PRIMA | Hery Sugiarto Pimpin Razia Rutan Sipirok, Seluruh Sampel Urine Negatif | Pemdes Sidoluhur Salurkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng dari Bulog Bulan Februari dan Maret 2026 Kepada Masyarakat  | Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Pekalongan Gelar Lomba Gaktibplin untuk Tingkatkan Disiplin Anggota |

Jembatan Idanotae Lumpuh Total, Akses Dua Kecamatan di Nias Selatan Terputus
Jumat 17 April 2026, 20:04 WIB

Siagaonline.com, Nias Selatan  - Jembatan Idanotae yang menjadi jalur penghubung utama di Kecamatan Ulu Idanotae, Kabupaten Nias Selatan, dilaporkan lumpuh total akibat kerusakan parah. Kondisi ini menghambat aktivitas masyarakat di dua kecamatan sekaligus, yakni Ulu Idanotae dan Umbunasi.


Jembatan kayu tersebut mengalami kerusakan serius. Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian besar papan lantai telah lapuk, patah, dan berlubang besar sehingga tidak lagi layak dilintasi kendaraan.

Kerusakan terjadi di Jembatan Idanotae, yang berada di Kecamatan Ulu Idanotae—akses vital penghubung menuju Kecamatan Umbunasi.

Kondisi lumpuh total jembatan ini dilaporkan warga pada Jumat, 17 April 2026, setelah kerusakan semakin parah dan tidak memungkinkan dilalui kendaraan.

Masyarakat dari dua kecamatan menjadi pihak yang paling terdampak, terutama petani, pelajar, dan warga yang membutuhkan akses layanan kesehatan.

Kerusakan diduga akibat usia konstruksi yang sudah tua dan minimnya perawatan, sehingga struktur kayu mengalami pelapukan hingga tidak lagi mampu menahan beban.


Dampak kerusakan ini sangat signifikan. Warga terpaksa mendorong sepeda motor secara manual saat melintas, sementara kendaraan roda empat tidak dapat melewati jembatan sama sekali.

 Dalam dokumentasi yang diterima, terlihat sebuah mobil pikap tertahan di ujung jembatan karena akses tidak memungkinkan.

Seorang warga mengungkapkan kesulitannya:
“Kita mau bawa hasil kebun susah, anak sekolah takut jatuh, kalau ada yang sakit mau dibawa ke puskesmas juga terhambat. Jembatan ini satu-satunya jalan,” ujarnya.

Jembatan Idanotae selama ini menjadi urat nadi perekonomian warga, jalur distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi pelajar, hingga jalur penting menuju fasilitas kesehatan.
Desakan kepada pemerintah
Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk segera mengambil langkah konkret, baik berupa penanganan darurat maupun pembangunan jembatan permanen.

Warga khawatir, jika tidak segera ditangani, akses antar desa akan terputus total, terutama saat musim hujan yang dapat memperparah kerusakan.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nias Selatan belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana perbaikan atau pembangunan ulang Jembatan Idanotae.

Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat yang kini harus menghadapi risiko keselamatan setiap kali melintasi jembatan, sekaligus ketidakpastian kapan akses vital tersebut dapat kembali normal.(Nov)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top