Keterangan foto: Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah memberikan keterangan pers terkait program pembiayaan UMKM di Medan, Jumat (17/4/2026). (Foto: Istimewa)Tapanuli Selatan, SiagaonIine.com - Bank Sumut menetapkan Pemkab Tapanuli Selatan sebagai lokasi perdana peluncuran program pembiayaan murah bagi pelaku usaha mikro kecil menengah. Rencana tersebut diungkapkan Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah kepada media di Medan, Jumat (17/4/2026).
Keputusan itu merespons arahan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution agar perbankan daerah tidak terlalu bergantung pada pendanaan APBD dan aparatur sipil negara. Selain itu, baru 7,7 persen pelaku UMKM di Sumut yang tersentuh layanan perbankan sehingga potensi pengembangan masih sangat besar.
Heru Mardiansyah menjelaskan bahwa Tapanuli Selatan dipilih karena dinilai paling responsif dalam menjalin kerja sama dengan Bank Sumut. Daerah itu dinilai potensial lantaran sebagian pelaku usaha mikro masih mengandalkan rentenir dengan bunga tinggi, ditambah kondisi pascabencana yang mengharuskan pemulihan ekonomi masyarakat.
"Kemudian Tapsel juga baru mulai pulih dari bencana. Jadi ibu-ibu yang punya usaha dan habis disapu banjir harus kita bangkitkan lagi. Daripada mereka terjebak pinjaman bunga tinggi maka kita tawarkan sistem tanggung renteng atau grameen bank bersifat kelompok usaha," katanya.
Skema pembiayaan mengadopsi konsep grameen bank dengan nominal mulai Rp1 juta hingga Rp10 juta serta Rp10 juta hingga Rp20 juta bagi kelompok usaha minimal enam orang. Mekanisme tanggung renteng diterapkan, di mana apabila satu debitur bermasalah maka anggota lainnya ikut bertanggung jawab. Program ini khusus diperuntukkan bagi perempuan pelaku usaha.
"Kenapa ibu-ibu? Pada prinsipnya mereka lebih bertanggungjawab. Lebih tepat pembayaran dan komitmen," ujarnya. Heru Mardiansyah mengimbuhkan bahwa calon penerima manfaat tidak terbatas pada pelaku usaha yang sudah berjalan, melainkan juga masyarakat yang berencana membuka usaha baru asalkan memiliki kemampuan memenuhi kewajiban pembayaran.
Di sisi lain, Bank Sumut tengah mempersiapkan pengembangan jaringan Sumut Link di Tapanuli Selatan. Program agen laku pandai tersebut ditargetkan menjangkau 248 desa dan 436 kepala dusun guna memperluas layanan perbankan meliputi setoran, tarik tunai, transfer, serta pembayaran tagihan.
"Jika kemudian program berjalan maksimal di Tapsel kami kira semua Pemda di Sumut akan mau bekerjasama demi memajukan daerahnya," tuturnya. Heru Mardiansyah menegaskan program ini diharapkan berjalan komprehensif sebagai bentuk eksekusi visi Gubernur Sumatera Utara dalam memberdayakan masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah.(Mubin)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |