Breaking News
Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto Instruksikan Penguatan Program 'Ananda Bersinar' dan Akses Digital Rehabilitasi | Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun Pimpin Pelantikan Analis Keimigrasian Ahli Muda, Tekankan Integritas dan Pelayanan PRIMA | Hery Sugiarto Pimpin Razia Rutan Sipirok, Seluruh Sampel Urine Negatif | Pemdes Sidoluhur Salurkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng dari Bulog Bulan Februari dan Maret 2026 Kepada Masyarakat  | Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Pekalongan Gelar Lomba Gaktibplin untuk Tingkatkan Disiplin Anggota | Bhabinkamtibmas Air Tawar Monitoring Perawatan Jagung 1,5 Hektar Dukung Ketahanan Pangan Asta Cita |

Wawako Raja Ariza: Inflasi Terkendali, Tanjungpinang Catat Deflasi Maret 2026
Senin 13 April 2026, 22:12 WIB

Siagaonline.com, Kota Tanjungpinang - Pemerintah Kota Tanjungpinang memastikan kondisi inflasi dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama TP2DD di Kantor Wali Kota, Senin (13/4).

“Selama Ramadan hingga Lebaran, tidak ada keluhan signifikan dari masyarakat. Kenaikan harga masih dalam batas wajar karena pasokan barang tetap terjaga,” ujarnya.
1002254905.jpg
Wawako Raja Ariza juga menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai, Kejaksaan, Polresta, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan atas sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Ia kemudian meminta Disdagin dan DPPP untuk terus memperkuat kerja sama dengan Forkopimda, Bulog, dan Bank Indonesia melalui pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar di lapangan.

“Kita bersyukur, berkat sinergi dan pengawasan bersama, tidak terjadi penimbunan barang sehingga stabilitas harga di pasar tetap terjaga,” tambahnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Tanjungpinang, pada Maret 2026 terjadi deflasi sebesar 0,37 persen secara bulanan (month-to-month).

Kepala BPS Kota Tanjungpinang, Yulia Tri Mardani, menyampaikan deflasi ini terjadi di tengah inflasi nasional sebesar 0,41 persen dan inflasi Provinsi Kepulauan Riau sebesar 0,08 persen.

Secara kumulatif, inflasi Tanjungpinang tetap berada dalam kondisi terkendali dengan inflasi tahun kalender sebesar 0,54 persen dan inflasi tahunan mencapai 3,98 persen.

Penurunan harga pada Maret dipengaruhi oleh sejumlah komoditas, seperti cabai merah, angkutan udara, ikan segar, dan bawang merah. Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta sektor transportasi turut memberikan andil terhadap deflasi.

Di sisi lain, beberapa komoditas seperti beras, telur ayam ras, bensin, dan daging sapi masih memberikan tekanan terhadap inflasi.

Secara tahunan, inflasi Tanjungpinang sebesar 3,98 persen masih berada dalam rentang terkendali. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama, diikuti sektor perumahan dan energi.

Dari sisi regional, inflasi Tanjungpinang berada pada peringkat ke-16 dari 41 kabupaten/kota di Sumatera, serta peringkat ke-43 dari 150 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) secara nasional.

“Ke depan, kami terus memantau perkembangan harga, khususnya komoditas pangan dan energi, agar stabilitas inflasi tetap terjaga,” ujarnya. (Adv/Dinas Kominfo)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top