Siagaonline.com, Rokan Hulu– Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat progres pembangunan Sekolah Rakyat yang digelar di Aula Rapat Lantai II Kantor Bupati Rohul, Jumat (08/05/2026).
Rapat dipimpin Bupati Rokan Hulu yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Rohul, Drs. Yusmar, M.Si, serta dihadiri Asisten I H. Syofwan, S.Sos, kepala OPD terkait, Kabag Administrasi Wilayah, hingga Kepala Desa Rambah Tengah Utara sebagai lokasi pembangunan sekolah.
Dalam arahannya, Pj Sekda Yusmar menegaskan bahwa proses pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Rokan Hulu kini memasuki tahapan penting setelah melalui berbagai proses administrasi dan peninjauan lapangan sejak tahun lalu.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini merupakan lanjutan dari tahapan yang telah dilalui, mulai dari pengajuan usulan hingga peninjauan lokasi yang dilakukan Bupati Anton pada Mei 2025 lalu. Alhamdulillah, Kabupaten Rokan Hulu termasuk daerah yang sudah terintegrasi dalam program pembangunan Sekolah Rakyat oleh Kementerian Sosial RI,” ujar Yusmar.
Ia menjelaskan, secara umum persyaratan pembangunan telah dipenuhi. Namun, masih terdapat beberapa dokumen tambahan yang perlu segera dilengkapi agar proses pembangunan dapat segera memasuki tahap pelaksanaan.
“Kami berharap Dinas Sosial bersama OPD terkait dapat segera menyelesaikan seluruh kelengkapan administrasi sehingga pembangunan bisa dimulai sesuai target pada tahun 2026 ini,” tambahnya.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin melalui konsep sekolah berasrama terpadu.
Pemkab Rohul telah menyiapkan lahan seluas sekitar 5 hingga 6,8 hektare di Dusun Kubu Manggis, Desa Rambah Tengah, Kecamatan Rambah sebagai lokasi pembangunan sekolah tersebut.
Nantinya, Sekolah Rakyat akan mengintegrasikan jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA dalam satu kawasan dengan sistem asrama. Selain mendapatkan pendidikan formal sesuai kurikulum nasional, para siswa juga akan dibekali keterampilan hidup dan penguatan karakter.
“Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi solusi pemerataan pendidikan di daerah sekaligus melahirkan generasi yang mandiri, unggul dan mampu bersaing di masa depan,” tutup Yusmar. (Des)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |