Keterangan Foto: Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu menyerahkan simbolis sapi kurban bantuan Presiden RI kepada warga Huntara Desa Napa, Batangtoru, Rabu (27/5/2026).BATANGTORU, Tapsel, SiagaOnline.com – Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu melaksanakan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah bersama warga terdampak bencana di Masjid Hunian Sementara (Huntara) Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Rabu (27/5/2026). Dalam momentum tersebut, ia menyerahkan secara simbolis hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden Republik Indonesia kepada korban bencana di wilayah tersebut.
Turut hadir Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, Staf Ahli TP PKK Ny. Zakia Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Ira Sofyan Adil Siregar, Anggota DPRD Tapsel Rocky Gultom, unsur Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, serta Forkopimcam Batangtoru. Sholat dan khutbah Idul Adha dipimpin oleh Ustadz Herman Harahap.
"Hari ini kami kembali hadir bersama masyarakat di Huntara Napa dan Garoga. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan akan terus bersama warga yang terdampak bencana. Dengan kebersamaan, gotong royong, dan persatuan, saya yakin Tapsel akan bangkit lebih cepat dan pulih lebih kuat," ujar Gus Irawan.
Bupati mengumumkan bahwa bantuan sapi kurban Presiden RI ditempatkan di kawasan Huntara Napa sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat. Hewan tersebut merupakan sapi kurban terbesar di Tapanuli Selatan tahun ini dengan bobot mencapai 1.045 kilogram dan berasal dari peternakan lokal binaan Dinas Pertanian Tapsel di Pargarutan.
"Atas arahan Bapak Presiden, bantuan sapi kurban ditempatkan di daerah bencana. Sapi kurban Presiden ini merupakan yang terbesar di Tapanuli Selatan tahun ini dengan bobot mencapai 1.045 kilogram. Sapi tersebut berasal dari peternakan lokal binaan Dinas Pertanian Tapsel di Pargarutan," jelasnya.
Sementara itu, bantuan sapi kurban dari Wakil Presiden disalurkan ke Desa Huta Godang, Kecamatan Batangtoru. Gus Irawan menjelaskan bahwa penempatan bantuan kurban Presiden dan Wakil Presiden di kawasan terdampak bencana memiliki makna mendalam, yakni menghadirkan kepedulian dan semangat kebersamaan bagi masyarakat yang sedang bangkit dari masa sulit.
"Kami memprioritaskan daerah-daerah bencana untuk menerima bantuan kurban dari Presiden dan Wakil Presiden. Namun secara keseluruhan, hampir seluruh desa di Tapanuli Selatan juga melaksanakan kurban. Jumlah hewan kurban tahun ini yang tersebar di Kabupaten Tapanuli Selatan diperkirakan mencapai lebih dari seribu ekor," ungkapnya.
Gus Irawan menambahkan bahwa semangat Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Ia juga berharap masyarakat terdampak bencana tetap menjaga semangat dan optimisme dalam menata kembali kehidupan.
"Mari kita tinggalkan kesedihan masa lalu dan menatap masa depan dengan keyakinan. Jika kita bersatu, saling membantu, dan terus bekerja bersama, Tapanuli Selatan akan bangkit lebih cepat dan menjadi daerah yang lebih kuat dari sebelumnya," tegasnya.
Dalam khutbahnya, Ustadz Herman Harahap mengajak jamaah menjadikan musibah yang melanda Tapanuli Selatan pada akhir tahun 2025 sebagai sarana introspeksi dan penguat keimanan. Menurutnya, bencana yang terjadi bukan untuk saling menyalahkan, melainkan menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan dan seluruh kehidupan berada dalam kuasa Allah SWT.
"Musibah yang terjadi hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Sebagai orang beriman, kita harus mampu mengambil hikmah dari setiap ujian. Allah sedang mengajarkan kesabaran, keteguhan, dan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi cobaan," ujar Ustadz Herman.
Ia menambahkan bahwa kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menjadi inti peringatan Idul Adha merupakan teladan agung tentang ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan.
"Momentum Idul Adha mengajarkan bahwa keberhasilan hidup tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita miliki, tetapi seberapa besar keikhlasan kita dalam menjalankan perintah Allah dan berbagi kepada sesama," pesannya.
Usai pelaksanaan Sholat Id, dilakukan penyerahan simbolis hewan kurban bantuan Presiden dan Wakil Presiden RI kepada panitia kurban dan masyarakat Huntara Desa Napa serta Desa Huta Godang. Kehadiran bantuan tersebut menjadi simbol bahwa masyarakat terdampak bencana mendapat perhatian dari pemerintah pusat hingga daerah dalam proses pemulihan.(Mubin)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |