Keterangan Foto: Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu memberikan sambutan pada Pengajian Akbar BKMT Kecamatan Batang Toru di Desa Hapesong Lama, Kamis (4/6/2026). (Foto: Dok. Pemkab Tapsel)BATANGTORU – Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu hadiri Pengajian Akbar Bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Batang Toru di Desa Hapesong Lama, Kecamatan Batang Toru, Kamis (4/6/2026). Kegiatan yang dihadiri ratusan jamaah tersebut juga diramaikan oleh Ketua Baznas Tapsel Jon Sujani Pasaribu, unsur Forkopimcam, mantan Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Selatan periode 2010–2015 dan 2016–2021 Ny. Syaufia Lina, pengurus BKMT kabupaten dan kecamatan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Gus Irawan mengapresiasi terselenggaranya pengajian sebagai wadah mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan. Mengutip tausiah Ustaz Hamdan Firdaus, bupati menekankan perlunya menjauhi tiga hal yang merugikan kehidupan dunia dan akhirat, yakni sifat sombong, perilaku curang, serta kebiasaan berutang yang tidak dikelola dengan baik.
"Pesan-pesan agama yang disampaikan dalam pengajian seperti ini sangat penting untuk menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus menjauhi kesombongan, kejujuran harus dijaga, dan utang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab," ujar Gus Irawan.
Pada kesempatan yang sama, bupati memaparkan berbagai program pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana yang melanda pada November 2025. Menurutnya, dampak bencana cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, sektor pertanian, perikanan, dan peternakan terus didorong sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.
Salah satu program yang tengah digencarkan adalah Gerakan Tanam 1.000 Hektare Jagung. Program ini dinilai memiliki prospek baik karena harga jual jagung relatif stabil dan telah memiliki pasar yang jelas. Bupati mencontohkan keberhasilan kelompok tani di kawasan Aek Sirara yang baru saja melaksanakan panen perdana jagung pascabencana. Dari hasil panen sekitar 5,5 ton per hektare dengan harga jual Rp6.500 per kilogram, petani mampu memperoleh keuntungan cukup besar setelah dikurangi biaya produksi.
"Saya berharap tidak ada lagi lahan yang menganggur di Tapanuli Selatan. Tanah yang kosong harus kita produktifkan. Jagung saat ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat," katanya.
Selain sektor pertanian, Gus Irawan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan swasembada pangan melalui Program Gerakan Seribu Kolam. Program ini bertujuan meningkatkan produksi ikan lokal guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia meminta pemerintah desa membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan memanfaatkan potensi sungai maupun lubuk larangan untuk pengembangan budidaya ikan.
Bupati juga mengajak masyarakat meninggalkan pinjaman berbunga tinggi yang selama ini membebani ekonomi keluarga, khususnya kaum ibu. Menurutnya, Pemerintah Pusat melalui Bank Sumut telah menyediakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah bahkan program pembiayaan tertentu dengan skema subsidi yang sangat membantu pelaku usaha.
"Jangan lagi terjebak pada pinjaman berbunga tinggi yang memberatkan. Manfaatkan fasilitas pembiayaan resmi yang lebih ringan dan produktif untuk mengembangkan usaha," tegasnya.
Gus Irawan menyoroti pentingnya keadilan dalam penyaluran bantuan sosial dan program pemerintah. Ia meminta aparatur desa melakukan pendataan secara objektif dan transparan agar bantuan tepat sasaran serta tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Selain itu, bupati mengajak seluruh masyarakat mendukung percepatan operasional PLTA Batang Toru yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah melalui peningkatan pendapatan dari dana bagi hasil.
Pada kegiatan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tapanuli Selatan menyerahkan santunan kepada 20 orang mustahik. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp350.000 sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Pengajian ditutup dengan doa bersama dan harapan agar seluruh program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Mubin)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |