Bukittinggi – Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang (FK UNP) berkolaborasi dengan Center of Orangutan Protection (COP), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan orangutan yang dilaksanakan di RSHP FK UNP, Bukittinggi.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis UNP, Selasa (23/6/2026), kegiatan yang berlangsung pada Selasa (16/6/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan satwa liar sekaligus mengembangkan kompetensi tenaga medis veteriner.
Kegiatan menghadirkan dokter hewan, paramedis veteriner, serta keeper orangutan yang terlibat langsung dalam proses pemeriksaan kesehatan satwa primata. Pemeriksaan dipimpin oleh drh. Patrick dari Center of Orangutan Protection (COP) yang bertindak sebagai dokter ahli untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Bambam, seekor orangutan jantan berusia 33 tahun yang merupakan koleksi Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi.
Sebagai satu-satunya rumah sakit hewan di Kota Bukittinggi, RSHP Fakultas Kedokteran UNP berperan menyediakan fasilitas dan sarana pendukung pemeriksaan kesehatan orangutan. Keterlibatan RSHP menjadi wujud nyata komitmen Universitas Negeri Padang dalam mendukung peningkatan kesejahteraan satwa, khususnya satwa liar yang dilindungi.
Selama proses pemeriksaan berlangsung, tim RSHP FK UNP memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Pengaturan lingkungan pemeriksaan dilakukan secara cermat agar kondisi tetap kondusif, sehingga pemeriksaan kesehatan dapat dilaksanakan dengan aman bagi satwa maupun tim medis yang bertugas.
Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan Bambam, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi dokter hewan dan tenaga medis veteriner dalam menangani satwa primata yang memiliki karakteristik penanganan khusus. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman praktis dalam pemeriksaan kesehatan satwa dilindungi dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki keahlian di bidang konservasi dan kesehatan hewan.
Tim dokter dan tenaga medis RSHP FK UNP berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain meningkatkan kompetensi profesional dalam penanganan satwa liar, kolaborasi ini juga dinilai mampu memperluas jejaring kerja sama antara perguruan tinggi, lembaga konservasi, pemerintah, dan pengelola taman margasatwa dalam mendukung pelestarian satwa Indonesia.
Kerja sama antara COP, BKSDA, TMSBK, dan RSHP FK UNP menjadi contoh sinergi lintas institusi dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan satwa liar. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap upaya konservasi, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ilmu kedokteran hewan dan pelayanan kesehatan satwa.
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Padang dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 15 tentang Kehidupan di Darat melalui dukungan terhadap pelestarian satwa liar dan konservasi keanekaragaman hayati, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga konservasi dalam mewujudkan kesejahteraan satwa yang berkelanjutan.
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |