Breaking News
Tim Ekspedisi Patriot IPB Dorong Nelayan Kembangkan Budidaya BBL dan Ekosistem Bisnis Lobster di Selaut | Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara, Polres Rohul Turun Bagikan Masker | Antisipasi Kabut Asap, Disdikpora Rohul Alihkan Pembelajaran Ke Daring | Aipda Joni, Polisi di Aceh yang Menyisihkan Gaji untuk Membangun 4 Rumah dan Rehab 3 Rumah Warga Miskin | Wabup Bintan, Deby Maryanti Apresiasi Pembangunan Sumur Bor Sucofindo untuk Masyarakat Toapaya | BLT Dana Desa Teluk Limo Disalurkan, Warga Antusias Terima Bantuan Enam Bulan |

Shalat Istisqa di Griya Agung, Herman Deru Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong dan Doa Hadapi Kemarau
Selasa 25 Agustus 2026, 19:39 WIB

Siagaonline.com, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersyukur, memperkuat gotong royong, serta memperbanyak doa dalam menghadapi musim kemarau yang bersamaan dengan fenomena El Nino dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2026.

Ajakan tersebut disampaikan Herman Deru usai mengikuti salat Istisqa di Griya Agung, Selasa (25/8/2026) pagi. Salat Istisqa dilaksanakan bersama masyarakat sebagai bentuk ikhtiar dan munajat kepada Allah SWT agar Sumsel segera mendapatkan curah hujan.

Menurut Herman Deru, salat Istisqa menjadi momentum untuk memohon pertolongan Allah SWT sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau.

“Ini adalah hari di mana kita bersama-sama, setelah menjalankan berbagai upaya ikhtiar, untuk tetap tegar dan tabah menjalani musim kemarau yang bersamaan dengan El Nino,” ujar Herman Deru.

Ia mengatakan, kondisi kemarau juga ditandai dengan indeks standar pencemaran udara (ISPU) yang fluktuatif akibat kebakaran hutan, lahan, bahkan taman di sejumlah titik.

Herman Deru mengapresiasi kerja keras seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam mencegah serta menanggulangi karhutla. Upaya tersebut melibatkan masyarakat, kelompok masyarakat, pemerintah kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Sumsel, TNI, Polri, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas.

“Semua berupaya keras untuk mencegah, menanggulangi, dan pada saatnya merehabilitasi kerusakan yang disebabkan karhutla,” katanya.

Herman Deru mengungkapkan, sepanjang 2026, terhitung sejak Januari, terdapat sekitar 1.950 hektare lahan yang terpapar kebakaran. Sementara itu, berdasarkan laporan real-time terakhir, masih terdapat sekitar 199 hektare lahan yang terdampak.

“Kemarin real-time terlapor 199 hektare lagi. Semoga hari ini semakin berkurang. Ini adalah upaya kita bersama-sama,” tuturnya.

Gubernur Herman Deru juga bersyukur kondisi cuaca dan kualitas udara mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Ia berharap berbagai ikhtiar yang dilakukan bersama, termasuk salat Istisqa, dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memohon langsung kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan.

“Bukan hanya untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga untuk kelangsungan hidup. Karena saudara-saudara kita di beberapa titik masih menghadapi kemarau,” jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, Herman Deru mengingatkan masyarakat Sumsel agar tidak berhenti bersyukur. Menurutnya, persoalan yang dihadapi Sumsel hendaknya disikapi dengan penuh kesadaran bahwa masih banyak saudara di daerah lain yang menghadapi cobaan lebih besar.

“Masyarakat Sumsel saya ingatkan untuk tetap bersyukur menghadapi isu ini. Ingatlah, ada saudara kita yang lebih besar cobaannya,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kondusivitas dan hubungan baik antarsesama. Menurut Herman Deru, kebersamaan dan hubungan sosial yang terjaga merupakan kekuatan penting dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Kita terjaga baik kondusivitas antarwarga, hablumminannas antarwarga terjaga, dan kita dilepaskan dari bencana lainnya, termasuk seperti yang terjadi di NTT,” katanya.

Pada kesempatan itu, Herman Deru sekaligus mengimbau seluruh kelompok masyarakat untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sedang membutuhkan dukungan lebih.

“Untuk itu saya mengimbau semua kelompok masyarakat agar dapat memberikan perhatian dan bantuan kepada saudara kita di NTT yang dalam kondisi sangat membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya.

Menghadapi kondisi kemarau dan karhutla, Herman Deru menegaskan bahwa saat ini bukan waktunya untuk saling menyalahkan, mencaci maki, maupun mencari pihak yang harus dipersalahkan.

Sebaliknya, ia meminta seluruh elemen masyarakat memperkuat kegotongroyongan, melakukan berbagai upaya nyata, serta memperbanyak doa.

“Dalam kondisi ini juga dibutuhkan kegotongroyongan, upaya, doa. Bukan saatnya menyalahkan dan caci maki. Karena kita hidup di udara yang sama, di alam yang sama,” tegasnya.

Herman Deru juga meminta para bupati, wali kota, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sumsel untuk turut menyelenggarakan salat Istisqa sebagai bagian dari ikhtiar dan doa bersama.

“Saya minta bupati, wali kota, Forkopimda untuk menyelenggarakan salat Istisqa. Terima kasih atas keikhlasan bapak dan ibu sekalian mengikuti salat Istisqa. Mudah-mudahan apa yang kita upayakan dan doakan dapat berjalan sesuai harapan kita,” katanya.

Sementara itu, salat Istisqa di Griya Agung dipimpin oleh Dr. H. Abdurahman Ramli, S.Ag., M.Pd.I.

Dalam khutbahnya, Imam salat Istisqa mengajak masyarakat melakukan introspeksi diri dengan menghentikan sikap iri, dengki, dan sombong. Masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Jamaah turut diajak untuk bertaubat kepada Allah SWT agar senantiasa mendapatkan rahmat dan pertolongan-Nya.

“Bertaubatlah kepada Allah agar Allah senantiasa memberikan rahmat,” demikian pesan dalam khutbah tersebut.

Dalam khutbah itu juga disampaikan bahwa manusia tidak pernah mengetahui secara pasti apakah salat dan doanya diterima oleh Allah SWT. Namun, satu hal yang pasti, manusia senantiasa membutuhkan pertolongan Allah SWT.

“Kita tidak tahu salat atau doa kita diterima Allah, namun yang kita tahu kita sangat butuh Allah,” pesan dalam khutbah tersebut.

Melalui pelaksanaan salat Istisqa, Herman Deru berharap ikhtiar lahir dan batin yang dilakukan secara bersama-sama dapat membawa kebaikan bagi masyarakat Sumsel. Ia juga berharap hujan segera turun, kondisi lingkungan membaik, serta seluruh masyarakat dapat melewati musim kemarau dengan tetap bersyukur, tabah, dan saling membantu.

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top