SiagaOnline.com, Tanjungpinang - Ketua persatuan peternak kota Tanjungpinang Tamrin menepis isu masuknya sapi ilegal dikota Tanjungpinang.
"Sampai sekarang ini, kita belum mendapatkan informasi yang menyatakan adanya Sapi Ilegal masuk, karena begitu kemaren sudah ada kemudahan dengan dicabutnya surat edaran dari Kementan," ujar Tamrin.
Kita masuk secara normal saja, walaupun sebenarnya disitu ada persyaratannya yang dapat merepotkan sedikit kemaren sudah ada dibicarakan kepada dinas peternakan kota dan provinsi hasil kesulitan tersebut, dapat teratasi, kata Tamrin.
"Kemungkinan masuknya sapi ilegal itu disebabkan karena mengelak adanya persyaratan tambahan, mungkin Kalau pun ada kemungkinan itu penyebabnya orang masih mengelak dengan persyaratan tersebut karena adanya persyaratan-persyaratan tambahan lebih memperbesar pembiayaan," jelas Tamrin.
Tambrin memberi Contoh ketika kemaren ia masuk pertama sapinya, hanya dipersyaratkan adanya surat dari Elisa dan mau masuk yang kedua ini ditambah dengan persyaratan harus di PCR.
"PCR itu adanya di provinsi sementara sapi-sapi tersebut berasal dari kabupaten tak mungkinlah sapi-sapi tersebut, dibawa dari kabupaten ke provinsi Untuk di PCR hal tersebut yang merepotkan," keluh Tamrin.
Setelah adanya pembicaraan beberapa hari lalu, hal hasil Alhamdulillah masalah persyaratan PCR tidak diwajibkan kembali, lanjutnya.
"Dikira mungkin itulah salah satunya penyebab masuknya sapi ilegal adanya persyaratan tambahan," ucap Tamrin.
Tambrin mengatakan sapi miliknya berasal dari Lampung masuk ke kota Tanjungpinang lewat pelabuhan Dompak.
"Semua sudah melalui proses persyaratan uji kesehatan, karantina dan sapinya sudah miliki lebel semua. Saat ini,sapi yang ada didalam kandangnya sekitar 70 ekor sapi-sapi tersebut disiapkan untuk lebaran nanti sapi tersebut sudah ada sejak lebaran haji kemaren," kata Tambrin.
Dua Minggu lalu kata Tambrin, sapi masuk itu legal dan itulah sapi pertama masuk sejak dicabutnya surat edaran dari menteri pertanian nomor 17m
"Dalam dua Minggu belakangan ada 10 ekor sapi masuk dan yang mau masuk nanti ada yang dari Jambi dan dari Lampung," sebutnya.
Tambrin berharap kepada pemerintah, untuk mengurangi kos kalau masih bisa ditiadakan jangan diadakan kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit.
"Contoh di Bintan kalau sapi masuk sekarang tidak perlu adanya PCR kenapa di kota Tanjungpinang masuknya pakai PCR. Kemaren sudah disampaikan ke dinas peternakan, mereka sudah berikan keringanan, PCR ditiadakan tapi syaratnya sapi harus di Vaksin sebanyak dua kali," pungkas Tambrin. (Zen)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |