Breaking News
Pemerintah Kota Pekanbaru Dukung Bakti Kesehatan HUT ke-1 Kodam XIX Tuanku Tambusai | Manggala Agni Berjibaku Hadapi Karhutla di Indragiri Hulu dan Bengkalis | PSPS Langsung Diuji PSIS Semarang Pada Laga Pembuka Championship 2026/2027  | Gubernur Herman Deru Tegaskan Kelestarian Hutan Jadi Kunci Keberlanjutan Sumber Daya Air dan Kehidupan Masyarakat Sumsel | Wagub Sumsel Cik Ujang Apresiasi Kekompakan Warga Kepur, Serahkan Bantuan untuk Masjid dan Masyarakat | Sekda Sumsel Edward Candra Hadiri Groundbreaking Gedung Pelayanan BPKB Ditlantas Polda Sumsel, Dorong Pelayanan Masyarakat Makin Modern |

Bernuansa Alam, Stand Desa Pematang Baru Pada Palas Fair 2024 Ramai Pengunjung
Kamis 18 Januari 2024, 20:38 WIB

SiagaOnline.com, Lamsel - Pemerintahan Desa Pematang Baru,  Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan dibawah pimpinan Kepala Desa Rosadi (Chako) mengikuti event tahunan bertajuk Palas Fair 2024 bernuansa alam untuk stand Desa Pematang Baru.

 
Gapura hingga meja pajang menggunakan bambu yang diplitur/pernis sehingga mengkilat. Penggunaan bambu mempunyai makna mendalam.
 
Kepala Desa Pematang Baru Rosadi (Chako) menceritakan stand desanya menggunakan konsep alam. Adapun filosofi bambu memiliki makna yang berkaitan dengan kehidupan dan pemerintahannya.
 
"Alhamdulillah, sejak dibuka secara resmi oleh Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto pada Selasa malam (16/1) hingga Kamis (18/1/2024) stand kita ramai dikunjungi. Ada sekitar 300 lebih yang telah berkunjung, " kata Kades Chako.
 
Lanjutnya, makna memakai bambu di stand desa, karena bambu adalah tanaman yang memiliki daya tahan yang kuat dan fleksibel, bahkan di bawah tekanan dan berat sekalipun.
 
Berikut beberapa makna filosofis bambu yang dapat kita terapkan dalam kehidupan :
 
1. Kelenturan dan ketahanan. Bambu memiliki kemampuan untuk melentur dan beradaptasi dengan lingkungannya, namun tetap kuat dan tahan lama.  
 
Makna filosofisnya adalah bahwa dalam memimpin desa, selaku Kades wajib bersikap fleksibel (tidak kaku) dalam segala bidang dan adaptif dalam menghadapi perubahan dan tantangan yang dihadapi.
 
2. Rendah Hati
Bambu tumbuh dengan rendah hati, namun memiliki daya tahan yang kuat. Makna filosofisnya dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin di tingkat desa selalu rendah hati namun kuat dari isu-isu tak sedap.
 
3. Keseimbangan
Bambu memiliki akar yang kuat dan dalam namun tetap menjaga keseimbangan tubuhnya. Makna filosofisnya dalam memimpin pro dan kontra pasti ada sebagai penyeimbang. Namun bisa disikapi dengan bijak.
 
4. Kemandirian
Bambu adalah tanaman yang mandiri dan dapat tumbuh dengan sendirinya. Makna filosofisnya dalam memimpin untuk kemajuan desa, Kades siap berkorban untuk warganya dan tampa bantuan orang lain.
 
5. Keindahan
Bambu memiliki keindahan yang sederhana namun elegan. Makna filosofisnya dalam berkehidupan, kita harus menghargai keindahan dalam segala hal.  
 
Dalam hal ini adalah menghargai keindahan dalam diri sendiri, orang lain, lingkungan serta alam sekitar kita.  
 
"Kita dapat memetik pelajaran dari filosofi bambu dalam menjalankan kehidupan kita. Intinya, seorang pemimpin tetap rendah hati, bijaksana, rela berkorban dan fleksibel dalam menghadapi perubahan," terang Kades Chako (Yan)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top