SiagaOnline.com, Lampung Selatan – Hatami yang menjadi korban Mafia Tanah terus mencari keadilan untuk dirinya. Ia membuat surat terbuka untuk Kapolres Kalianda Lampung Selatan.
Hatami mengatakan saya membuat surat terbuka ini sebagai bentuk keluhan dan upaya perjuangan saya dalam mencari keadilan sebagai masyarakat atas laporan saya yang tidak menemukan kepastian hukum hingga hampir dua tahun. Jum’at (19/01/2024).
Hatami menjelaskan bahwa pada hari Jumat tanggal 09 Februari 2022, saya mendatangi Polres Lampung selatan untuk melaporkan Dugaan adanya Pemalsuan Dokumen dan tanda tangan dengan laporan Nomor : STTPL/183/II/2022/SPKT/POLRES LAM-SEL/POLDA LAMPUNG.
“saya sebagai masyarakat kecil sangat kecewa dengan lambatnya proses Hukum di Polres Lampung Selatan yang membuat saya merasa dirugikan akibat laporan saya yang masih belum ada tindak lanjut untuk penyelesaiannya” Ujar Hatami
Kemudian, Hatami menerangkan bahwa Saudara Dr. I MADE JAYA SKM. MSc., saya laporkan atas dugaan Pemalsuan surat keterangan Ganti Rugi, yang pada dasarnya saya tidak pernah membuat atau menandatangani atau menyepakati atau membuat perjanjian tersebut dihadapan Kepala desa atau dihadapan siapapun.
“Atas dasar surat tersebut saya melaporkan Saudara Dr. I MADE JAYA SKM. MSc., atas dugaan Peristiwa Pidana UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 263,” Lanjutnya
“Saya menduga Pihak Kepolisian telah menciderai nama baik Hukum akibat lambatnya dan berlarut-larut hingga hampir dua tahun tanpa titik terang, apakah karena saya masyarakat kecil dan atau karena saudara Terlapor adalah seorang Doktor sehingga Hukum lebih berpihak keada mereka dibandingkan saya sebagai orang kecil yang dirugikan bahkan berpotensi saya kehilangan atas hak saya,” Ungkap Hatami
Hatami berharap kepada Kapolres Lampung Selatan untuk dapat melanjutkan Proses Hukum yang telah dilaporkannya demi memberikan keadilan serta kepercayaan kepadanya bahwa Hukum di Negara ini hadir tanpa pandang bulu.
Lebih lanjut, Hatami memohon kepada bapak presiden Jokowidodo untuk bisa menolongnya.
“Bapak Presiden Jokowidodo, Tolong saya pak, saya menjadi korban mafia tanah pak. Tolong saya, sebagai rakyat kecil yang terus berharap keadilan itu ada,” Lirih Hatami.
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |