Breaking News
Bupati Gus Irawan Dukung Kafilah Tapanuli Selatan pada MTQ ke-40 Sumut | Bupati Gus Irawan Dukung Kafilah Tapanuli Selatan pada MTQ ke-40 Sumut | Ribuan Jemaah Hadiri Kegiatan Doa Awal Tahun Hijriah, Polres Pekalongan Kota Lakukan Pengamanan | Kepulangan Jemaah Haji Kloter BTH-12: Wakil Bupati Siak dan PPIH Sambut Hangat 252 Jemaah di Batam | PTBA Perkuat Transisi Energi dan Pengurangan Emisi Karbon melalui Uji Coba Cofiring Tahap II | PWI Riau Buka Pendaftaran Anugerah Jurnalistik Ali Kelana 2026, Angkat Tema Energi Berkelanjutan  |

SMAN 3 Kota Pekalongan Deklarasikan Anti Perundungan
Rabu 07 Februari 2024, 20:25 WIB

SiagaOnline.com, Pekalongan - Satuan pendidikan di kota Pekalongan tak hentinya menekan tindakan perundungan, seperti yang dilakukan oleh SMAN 3 Kota Pekalongan melalui kegiatan Roots Day Deklarasi Anti Perundungan di Lingkungan Pendidikan, Selasa (6/2/2024) berlangsung di aula SMAN 3.

 

Turut hadir dalam deklarasi tersebut, Bunda Forum Anak Kota Pekalongan, Inggit Soraya memberikan apresiasi atas langkah yang diambil oleh SMAN 3 Kota Pekalongan.

Di hadapan peserta didik dan guru, Inggit menjelaskan bahwa aksi perundungan akhir-akhir ini kian masif terjadi di sekitar kita. Oleh sebab itu, ia menaruh harapan besar agar kegiatan ini mampu memberikan pemahaman dan kepedulian dari berbagai lapisan masyarakat. Inggit ingin, kedepan tidak ada lagi ruang sedikitpun terjadinya segala bentuk tindak kekerasan terhadap siapapun dan dimanapun, terlebih terhadap perempuan dan anak

“Saya ingin sesama teman sebaya justru lebih memberikan perhatian, jangan sampai temannya justru yang melakukan perundungan atau pembullyan, tindakan ini tidak boleh dianggap sepele. Agen perubahan sekolah harus berperan, supaya mereka aman, nyaman dan damai, bersih tidak ada perundungan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 3 Kota Pekalongan, Yulianto Nurul Furqon mengatakan bahwa deklarasi anti perundungan ini merupakan tindak lanjut deklarasi sekolah ramah anak yang dilaksanakan pada bulan November tahun lalu. Ia berharap, komitmen ini dapat dilaksanakan tidak hanya oleh peserta didik namun juga para guru dan tenaga pendidik di SMAN 3 Kota Pekalongan.

“Walaupun satuan pendidikan kami di bawah kewenangan provinsi Jawa Tengah, namun dukungan Pemerintah Kota Pekalongan dan stakeholder luar biasa, membantu implementasi sekolah ramah anak, harapannya perundungan tidak terjadi di SMAN 3 dan kami bisa menjadi contoh baik untuk sekolah lainnya,” tutupnya.
(Iman/team)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top