SiagaOnline.com, Tanjungpinang - Soal defisit anggaran sebesar Rp 97 Miliar pada tahun anggaran 2024, pemko Tanjungpinang melalui Sekretaris daerah kota Tanjungpinang Zulhidayat, S.Hut Mengatakan, itu bukan Defisit anggaran tapi tepatnya penundaan belanja 97 Miliar.
Alasan pemko Tanjungpinang baru awal tahun melakukan penundaan belanja, padahal APBD kota Tanjungpinang tahun anggaran 2024 sebesar sebesar Rp Rp 1.091 Triliun baru disahkan.
Menurut sekda kota Tanjungpinang Zulhidayat,S .Hut hal tersebut dikarenakan Potensi pembiayaan (silpa) meleset dari perhitungan yang disepakati saat pembahasan anggaran.
"Sementara besaran gaji serta Tunjangan pegawai sebesar Rp 400 Miliar lebih gaji serta Tunjangan pegawai Pemko Tanjungpinang menjadi salah satu opsi yang di simulasi," tulis Zuhidayat S.Hut melalui pesan WhatsAppnya, Rabu (6/3/24).
Berdasarkan surat yang di sampaikan bahwa, beberapa kegiatan yang akan dilakukan Rasionalisasi tapi untuk kegiatan berhubungan dengan kebutuhan masyarakat tidak menyentuhnya.
"Disurat yang kami sampaikan sudah mengarahkan kegiatan yang ditunda, dan tidak menyentuh kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat," tulis Sekda.
Zulhidayat, S.Hut membantah soal isu miring gaji serta Tunjangan pegawai sudah melebihi dari 50 persen yang terserap dari nilai APBD kota Tanjungpinang.
"Sampai APBD 2024 disahkan bersama, belum melebihi 50 persen," pungkasnya. (Zen)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |