Siagaonline.com, Lamsel — Pengerjaan pembangunan rabat beton jalan pertanian yang berlokasi di RT.19 Dusun 03 Gg.Anggrek 6 Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, sudah selesai 100 persen.
Pembangunan infrastruktur pertanian tersebut bersumber dari anggaran dana desa (DD) tahap II tahun anggaran 2024, dengan jenis kegiatan : Penguatan Ketahanan Pangan Tingkat Desa. Dengan volume : panjang 84 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 15 cm.
Menelan biaya sesuai RAB APBDes sebesar Rp.48.948.800,-. Dalam pengerjaannya memperdayakan masyarakat di lingkungan sekitar Dusun 03. Pembangunan dilaporkan berjalan sesuai prosedur, aman, dan lancar sesuai perencanaan tampa ada kendala dan hambatan.
Kepala Desa Sripendowo Artaji melalui Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Sigit Wintoko mengatakan, pengerjaan pembangunan rabat beton jalan pertanian yang berlokasi di RT 19 Gg. Anggrek Dusun 03 Desa Sripendowo adalah program penguatan ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap II tahun anggaran 2024 telah rampung dikerjakan. Sehingga kedepannya aktivitas petani akan lancar.
"Alhamdulillah, proses pengerjaan rabat benton jalan pertanian di Dusun 03 yang memiliki volume panjang 84 meter dan lebar 2,5 meter dari anggaran DD tahap dua tahun anggaran 2024 sebesar Rp. 48.948.800,- ini, berjalan sesuai perencanaan,” kata Sigit Wintoko saat ditemui di lokasi oleh media Siagaonline.com pada Selasa (23/7/2024) disela-sela pemasangan prasasti pembangunan.
Sambung Sigit, pembangunan rabat beton di Gg Anggrek tersebut adalah akses ke lahan pertanian, yakni ke lahan perkebunan yang telah menjadi skala prioritas hasil musyawarah dari tingkat dusun sampai tingkat desa (Musrenbangdes tahun lalu). Dan direalisasikan tahun ini.
"Peran aktif masyarakat untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan yang baru selesai kita cor ini, untuk sementara waktu belum bisa dilewati oleh kendaraan roda empat maupun roda dua. Hingga satu bulan ke depan," sambungnya.
Masih dikatakan Sigit, terkait transparansi anggaran pihaknya telah melakukan pembangunan sesuai prosedur yang benar. Dimana, sebelum melakukan pembangunan selalu diadakan sosialisasi. “Bahkan sesudah pembangunan kami kembali melakukan sosialisasi. Selain itu, adanya program Pemberdayaan Masyarakat, yang mana dari setiap pembangunan selalu melibatkan warga sekitar, pemasangan papan proyek, pemasangan prasasti dan lainnya,” ucapnya.
Ia berharap, dengan dibangunnya jalan pertanian di Gg.Anggrek Dusun 03 bisa meningkatkan produktivitas pertanian serta mempermudah transportasi hasil pertanian dan kesejahteraan petani dan masyarakat di sekitar lahan pertanian bisa meningkat, harapnya. (Yan)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |