Breaking News
Gus Irawan: Prabowonomics Fokus Pulihkan Ekonomi Kerakyatan | Kasus Dugaan Penganiayaan di Lahusa Jadi Sorotan, Korban Sebut Libatkan Oknum TNI dan Kepala Desa | Bupati Gus Irawan Dukung Kafilah Tapanuli Selatan pada MTQ ke-40 Sumut | Bupati Gus Irawan Dukung Kafilah Tapanuli Selatan pada MTQ ke-40 Sumut | Ribuan Jemaah Hadiri Kegiatan Doa Awal Tahun Hijriah, Polres Pekalongan Kota Lakukan Pengamanan | Kepulangan Jemaah Haji Kloter BTH-12: Wakil Bupati Siak dan PPIH Sambut Hangat 252 Jemaah di Batam |

Edukasi Kesehatan Pernikahan Dini pada Pemuda, Wabup Bagus Ajak Pemuda Giat Belajar
Kamis 05 September 2024, 22:25 WIB

Siagaonline.com, Bengkalis - Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso mengajak pemuda untuk giat belajar hingga umur 30 tahun, hal itu bukan tanpa alasan.


Wabup Bagus menjelaskan, saat ini sangat marak fenomena pernikahan dini, untuk menangkal itu para pemuda dapat melakukan kegiatan produktif dengan giat belajar, mencoba berbagai hal positif agar lebih matang dan sukses diusia tua.

"Dengan perubahan dan perkembangan medsos, pacaran generasi 60-an dan 90-an sudah sangat berbeda, tetapi apakah kita harus paksa pemuda-pemuda kita untuk mengikuti alur seperti kita, tak mungkin justru kita kawal dan berikan pendidikan yang sehat. Tahun 2023 terjadi 39 kasus pernikahan dini di Kabupaten Bengkalis, di tahun 2024 bukan menurun justru semakin bertambah sampai bulan Juli tahun 2024 telah terjadi 48 kasus Pernikahan dini. Mari pernikahan dini kita hindari, giat belajar sampai umur 30 tahun," paparnya.

Wabup Bagus menyampaikan itu saat membuka kegiatan Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Pernikahan Dini pada Pemuda, di Aula lantai IV, Kantor Bupati Bengkalis. Selasa, 3 September 2024.

Lebih lanjut, Wabup Bagus menjelaskan, pernikahan dini adalah pernikahan di bawah umur dan banyak kasus terupdate yang paling viral itu adalah di Bojonegoro ada sekitar 218 anak SMP Sekolah dinikahkan massal, alasannya miris sebagian besar karena sudah hamil dulu berikutnya alasannya karena takut zina karena berpacaran dari SD.

"Ini kan luar biasa, anak milenial, anak gen Z ini harus kita arahkan agar tak menyimpang. Mari kita ikuti ketentuan negara, menikah minimal usia di atas 19 tahun. Perlu adanya pendidikan seks, kalau dilakukan edukasi secara benar maka putra-putri kita justru akan memahami saya harus bagaimana bergaul, saya harus bagaimana berpacaran dan saya harus bagaimana berperilaku," paparnya.

Kegiatan yang diselenggarakan Disparbudpora Kabupaten Bengkalis bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia ini diikuti 100 orang yang terdiri dari mahasiswa, pelajar SMA sederajat dan pelajar SMP sederajat.

Turut hadir Asisten Deputi Wawasan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Edi Nurinda Susila dan PLH Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau, Helfandi dan Kadisparbudpora Kabupaten Bengkalis Edi Sakura.


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top