SiagaOnline.com, Tanjungpinang - Berita Viral dan dibuat heboh sejagat maya, menjelang pilkada serentak November mendatang. Belum lama ini, di kabupaten Karimun terexpos oleh sejumlah media online, adanya bagi-bagi beras kemasan bersumber dari APBD Kepri bernilai Milyaran rupiah ditempeli poto Ansar Ahmad Gubernur kepri yang juga merupakan calon kandidat Gubernur kepri.
Terkait personal itu, Irwan Syahbi Ketua Badan Pimpinan Wilayah (BPW) Lembaga OPAS INDONESIA Prov Kepri Pemantau Hukum dan Ham dan Kelestarian Lingkungan, langsung angkat bicara.
Menurut Irwan Syahbi, Bansos berupa beras yang berlogo foto Ansar itu, diduga sudah menyalahi aturan, karena bantuan beras tersebut berasal dari anggaran rakyat melalui pemerintah provinsi Kepri.
Bantuan tersebut bukan dari dana pribadi, mengapa ada foto Ansar? apakah maksud dan tujuan dari bantuan beras tersebut, yang ditebar menjelang pilkada serentak November nanti. Apakah hal tersebut, diduga hanya untuk mencari simpatisan suara masyarakat?
"ini seolah sudah mencontoh Jokowi pula nampaknya" gubris Irwan Syahbi melalui pesan WhatsAppnya, Rabu(11/9/24).
Irwan Syahbi Ketua Badan Pimpinan Wilayah (BPW) Lembaga OPAS INDONESIA Prov.Kepri Pemantau Hukum dan Ham dan Kelestarian Lingkungan juga menyebutkan,
"Masyarakat tidak bodoh menilainya, mana bansos yang murni dan mana pula bansos yang cari suara mendekati pilkada nanti. Masyarakat di Kepri ini sudah pahamlah tentang hal tersebut," Jelas Irwan Syahbi merasa prihatin.
Atas kejadian tersebut, Irwan Syahbi berharap, janganlah dana bantuan sosial untuk masyarakat ini dijadikan ajang politik untuk kepentingan individu dan berjalanlah dengan koridor yang benar, cukuplah ini terjadi di ibukota dan dikepri saja.
"Semoga hal tersebut tidak terjadi diprovinsi lainya di Indonesia yang kita cintai ini, gara- gara segelintir oknum, ini akan merusak tatanan Demokrasi dan Reformasi yang telah diperjuangkan," pungkas Ketua BPW OPAS Indonesia Provinsi Kepri. (Zen)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |