Breaking News
Gerakan Masyarakat Desak Polres Nias Tuntaskan Kasus Pembunuhan, Soroti Kasus Agnis Jance Zebua | Takhta Top Skor DCL 2026 Berganti Tangan, Tri Ariyo dan Mofik Putra Pimpin Perburuan Raja Gol | EcoGrow Mom Jadi Langkah PTBA Wujudkan Perempuan Tani Berdaya dan Sejahtera | Perkuat Benteng Generasi Muda BNNK Muara Enim Lantik Saka Anti Narkoba dan Jalin MoU Dengan Kwarcab Pramuka | Latber Trail Adventure Bhayangkara 2026 Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80 di Bukit Mindawa | Wabup Bintan, Deby Maryanti Apresiasi Program Bhakti Sosial dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Lanal Bintan. |

Koordinasi dengan Pemko,
Sekdaprov Cari Solusi Enam Bulan Kader Posyandu Belum Terima Honor
Rabu 18 September 2024, 14:38 WIB

Siagaonline.com, Pekanbaru - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau SF Hariyanto prihatin kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kota Pekanbaru belum menerima honor selama enam bulan.  

Hal itu diketahui saat Sekdaprov Riau membuka evaluasi pelaksanaan pengukuran dan intervensi serentak percepatan penurunan stunting Kota Pekanbaru, Rabu (18/9/2024) di Puskesmas Rumbai Pekanbaru.  Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh kader Posyandu se-Kota Pekanbaru.

Hadir juga Kepala Dinas Kesehatan Riau Sri Sadono Mulyanto, Kadis P3AP2KB Riau Fariza, Sekretaris Diskes Riau Muhammad Wahyudi, Kepala Disdalduk KB Pekanbaru, Plt Kadiskes Pekanbaru dan lainnya.  Dalam kesempatan itu, ratusan kader Posyandu ramai-ramai mengadu ke Sekdaprov Riau jika honorernya belum dibayar selama 6 bulan oleh Dinas Kesehatan Pekanbaru.

 Honor kader Posyandu hanya sebesar Rp150 ribu per bulan.  Menanggapi keluhan tersebut, Sekdaprov Riau SF Hariyanto akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk mempertanyakan alasan honor kader Posyandu belum dibayar.  

"Tadi saya menerima keluhan para kader Posyandu kalau honor mereka belum dibayar selama 6 bulan. Padahal honorernya cuma Rp150 ribu, kenapa belum dibayar? Ini yang harus segera dituntaskan dan dicarikan solusi,” kata SF Hariyanto, Rabu (18/9/2024).  

SF Hariyanto mengaku prihatin para kader Posyandu yang diharapkan sebagai ujung tombak penanganan stunting di Kota Pekanbaru belum menerima honor.  

"Nanti saya akan koordinasi dengan Pak Pj Walikota, kita minta agar dapat menyelesaikan honor kader Posyandu secepatnya. Kasian mereka, kita berharap peran kader Posyandu sebagai ujung tombak penanganan stunting malah honornya belum dibayar. Nanti Dinas Kesehatan Riau juga saya minta untuk mengawal itu," paparnya. ***


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top