Breaking News
Apel Siaga Karhutla di Concong, Perkuat Sinergi Stakeholder dan Masyarakat Hadapi Ancaman El Nino 2026 | Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun Secara Rutin Melaksanakan Kegiatan Senam Pagi | Sekda Medison Minta Wasit Pimpin Pertandingan Secara Adil, 36 Pengadil Disiapkan untuk DCL 2026 | Pemkab Dharmasraya Gelar Pasar Murah Ketiga, Warga Sungai Rumbai Diimbau Datang Lebih Awal | Peringati Hari Lahir Pancasila dan Harkitnas 2026, Wabup Dharmasraya Ajak Perkuat Persatuan Bangsa | AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro Undang Masyarakat Ikuti Police Woman Run 2026 |

Gus Irawan Raih Simpati Warga Batu Satail dengan Lagu 'Lupa Do Ho'
Kamis 10 Oktober 2024, 01:01 WIB
Keterangan Foto: Gus Irawan Pasaribu (tengah) bernyanyi bersama warga Batu Satail, Tapanuli Selatan.

Tapanuli Selatan SiagaOnline.com - Calon Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, menunjukkan strategi kampanye yang unik di Desa Batu Satail, Kecamatan Sipirok, pada Selasa (8/10/2024). Bukan hanya berbincang politik, Gus Irawan juga menunjukkan kedekatannya dengan warga dengan bernyanyi bersama mereka hingga larut malam.

Kehadiran Gus Irawan, yang tiba di desa tersebut sekitar pukul 20.30 WIB, disambut hangat oleh warga di sebuah warung di sekitar pemukiman. Suasana akrab tercipta saat Gus Irawan dan mantan Bupati Tapsel dua periode, Syahrul M. Pasaribu, menyalami warga dan berbincang santai.

Diiringi alunan lagu Batak "Lupa Do Ho" yang dilantunkan oleh sejumlah pemuda di warung lain, Gus Irawan tak ragu untuk bergabung dan bernyanyi bersama mereka. Ia bahkan menyanyikan lagu tersebut hingga selesai dengan penuh semangat.

"Gak dilanjut lagunya pak," sapa sejumlah ibu yang berkumpul di dekat warung saat Gus Irawan keluar.

"Aduh udah mulai serak suara, udah beberapa kali nyanyi hari ini," jawab Gus Irawan sambil menyalami para ibu.

Gus Irawan mengaku sengaja mendatangi warung tersebut karena tertarik dengan lantunan lagu "Lupa Do Ho", lagu kesukaannya. Ia kemudian kembali ke warung tempat Syahrul dan warga lainnya berbincang.

Gus Irawan dan Syahrul pun berbaur dengan warga, bersilaturahmi selama beberapa jam. Mereka berbincang hangat, menikmati suasana desa, dan merasakan keakraban yang terjalin.

Lagu "Lupa Do Ho", yang diciptakan Firman Marpaung dan dipopulerkan oleh Punxgoaran, memiliki makna mendalam tentang seseorang yang sukses di perantauan namun melupakan asal usulnya. Kehadiran Gus Irawan di Batu Satail menunjukkan bahwa ia tak melupakan akarnya dan menghargai keakraban dengan masyarakat.(Amils


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top