Siagaonline.com, Karimun - Ki dalang Siswanto yang sudah cukup lama menjadi dalang wayang kulit. Dirinya sudah sering dipanggil keluar daerah, untuk pentas wayang kulit semalam suntuk. Bahkan, sempat berturut-turut tampil menjadi dalang disuatu daerah.
Namun disisi kehidupannya sebagai dalang wayang kulit, dirinya juga menjadi pengrajin wayang kulit yang sudah ditekuni sejak tahun 2009 silam.
"Alhamdulillah, lumayanlah untuk mengisi waktu luang saya. Memanfaatkan kulit sapi untuk dijadikan wayang kulit. Pembuatan wayang kulit sendiri dilakukan secara otodidak,'' ucapnya, Kamis (7/11/2024).
Ia mengisahkan untuk membuat satu wayang kulit memang cukup memakan waktu, mengingat proses pembuatannya dilakukan secara sendiri. Mulai mengolah kulit sapi dari dasar hingga menjadi bahan wayang kulit. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pola atau pembentukan wayang yang diingginkan atau sesuai keinginan pemesan.
"Cukup rumitlah, tapi asal ditekuni selesai juga dengan hasil yang memuaskan. Paling sulit itu menyesuaikan warna yang sangat detail. Agar, wayang kulit itu saat dimainkan terlihat hidup,'' terangnya.
Maka itu dirinya, berharap kepada pemerintah daerah karimun agar bisa menjembatani untuk melestarikan budaya tradisional asal jawa kepada generasi muda. Sehingga bisa dipertahankan kesenian tradisional supaya tidak punah termakan era digitalisasi saat ini.
"Harapan saya harus ada regenerasi atau penerus untuk melestarikan wayang kulit ini,'' kata pria asal jawa ini yang tinggal dikabupaten Karimun.
Sementara itu pemerhati wayang kulit Triono berharap pengrajin wayang kulit harus dapat dilestarikan melalui generasi muda dengan cara pembinaan. Dimulai dari edukasi ke sekolah-sekolah, termasuk dari dinas terkait.
"Harapannya generasi muda bisa mencintai kesenian daerah seperti wayang kulit. Bagaimana proses pembuatannya, hingga memainkan wayang kulit dengan pesan-pesan moral yang baik,'' tuturnya singkat. (Zubaidah)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |