Keterangan Foto: Gus Irawan Pasaribu dan Jafar Syahbuddin Ritonga, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tapsel, saat menghadiri debat publik di Medan.Padangsidimpuan, SiagaOnline.Com - Debat publik kedua calon Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) yang digelar di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, pada Senin (11/11/2024), menunjukkan keunggulan pasangan calon nomor urut satu (No. 1), Gus Irawan Pasaribu dan Jafar Syahbuddin Ritonga. Paslon No. 1, yang mengusung jargon "Tapsel Kembali Bangkit," menunjukkan keunggulan dalam hal fokus, ketepatan waktu, dan pemahaman terhadap isu sosial yang relevan bagi masyarakat Tapsel.
"Paslon No. 1 lebih fokus dan tepat waktu dalam menjawab pertanyaan dan mengajukan pertanyaan ke lawan debat. Ini menunjukkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan memahami isu-isu yang relevan bagi masyarakat Tapsel," kata Aulia Harahap, seorang sarjana psikologi yang menyaksikan debat tersebut.
Keunggulan Paslon No. 1 terlihat jelas dalam menjawab pertanyaan tentang upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di Tapsel. Mereka mengaitkan upaya pencegahan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, menunjukkan pemahaman yang lebih holistik terhadap akar masalah dan solusi yang tepat.
"Jawaban Paslon No. 1 sudah tepat. Mereka jelaskan upaya yang akan dilakukan dalam P4GN jika terpilih jadi Bupati dan Wakil Bupati Tapsel. Ini sudah sesuai dengan pertanyaan," sebut Syamsul, aktivis anti narkoba di Tapsel.
Sebaliknya, Paslon No. 2, Dolly Putra Parlindungan Pasaribu dan Parulian Nasution, yang merupakan petahana, cenderung tidak fokus dan lebih banyak berbicara tentang tindakan yang telah dilakukan, bukan upaya pencegahan yang lebih proaktif.
"Pencegahan itu lebih utama daripada penindakan," tambah Syamsul.
Selain itu, Paslon No. 1 juga menunjukkan keunggulan dalam hal etika dan sikap. Gus Irawan, di akhir debat, menunjukkan sikap legowo dan rendah hati dengan mendatangi dan memeluk Dolly dan Parulian.
"Sikap Gus Irawan memberikan gambaran tentang karakter dan etika dalam berpolitik, yang bisa menjadi nilai tambah bagi pemilih," ujar Aulia.
Keunggulan Paslon No. 1 dalam debat ini menjadi sorotan penting, karena menunjukkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi, memahami isu sosial, dan mengedepankan etika dalam berpolitik. Hal ini dapat memengaruhi pilihan pemilih dan menjadi faktor penentu dalam pemilihan. (Amils)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |