Breaking News
Tingkatkan Sinergitas Lintas Sektoral, Kanwil Ditjenim kepri Pimpin Rapat TIMPORA dan Operasi Gabungan se-Provinsi Kepri | PTBA Dampingi Petani Kopi Sawahlunto Panen dan Ciptakan Nilai Tambah | Polisi Tangkap Dua Pelaku Curat di Katibung, Satu Di Antaranya Masih Berstatus Pelajar | Pemdes Ruguk Distribusikan Bantuan Pangan Beras 20 Kg dan Minyak 4 Liter Kepada 1.381 Warga Penerima Manfaat  | Sekda Bengkalis Pimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun 2026 | Rayen dan Cece Menangkan Bujang dan Gadis Muara Enim 2026 |

Bupati Tapsel Tinggalkan Rapat Penting, DPRD Sebut Tindakan Ini Penghinaan
Senin 25 November 2024, 22:36 WIB
Keterangan Foto: Bupati Tapanuli Selatan, Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, saat menghadiri rapat paripurna DPRD yang membahas pembangunan daerah.

Tapanuli Selatan, SiagaOnline.com - Dalam sebuah rapat paripurna DPRD Tapanuli Selatan yang berlangsung, Senin, 25 November 2024, Bupati Dolly Putra Parlindungan Pasaribu mengejutkan banyak pihak dengan meninggalkan ruang rapat saat membahas masa depan daerah dan rakyat untuk tahun 2025 hingga 2045. Rapat ini bertujuan untuk menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tapanuli Selatan.

Bupati Dolly, yang baru kembali aktif setelah dua bulan cuti kampanye Pilkada, meminta izin untuk meninggalkan rapat dengan alasan adanya agenda lain.

“Beliau (Bupati Tapsel) minta izin keluar meninggalkan tempat. Dengan alasan ada agenda lain dan menyebut Sekda saja yang menggantikan dan menerima pandangan fraksi,” ungkap Wakil Ketua DPRD Tapsel, Abdul Basith Dalimunthe, saat dikonfirmasi melalui telepon.

Tindakan Bupati tersebut memicu reaksi keras dari pimpinan DPRD. Abdul Basith menilai bahwa meninggalkan rapat yang membahas arah pembangunan daerah adalah tindakan yang tidak pantas.

“Ini agenda tertinggi untuk menentukan arah pembangunan di tahun 2025. Namun beliau keluar tanpa alasan jelas. Terus terang, ini suatu penghinaan untuk DPRD selaku lembaga terhormat,” tegas Basith. Akibat insiden ini, rapat terpaksa diskors selama 30 menit sambil menunggu kembalinya Bupati ke ruang rapat.

Kejadian ini menyoroti pentingnya komitmen pemimpin daerah dalam menjalankan tanggung jawabnya terhadap rakyat dan pembangunan daerah, terutama dalam forum yang krusial bagi masa depan Tapanuli Selatan.

 

 

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top