Adrian Tuswandi: Bangkitkan Marwah Wartawan, Lawan Fitnah dan Diskriminasi!
Daerah | Rabu, 19 Maret 2025 13:14:36 WIB
 |
| Teks foto: Adrian Tuswandi (Tegu/siagaonline.com) |
Siagaonline.com, Dharmasraya - Dalam rangka menjaga marwah profesi wartawan, Wakil Ketua Bidang Advokasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Adrian Tuswandi, menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan insan pers Dharmasraya.
Dukungan ini terkait dengan adanya konten yang memuat istilah "wartawan Bodrex" di salah satu media sosial yang beredar di Dharmasraya. Menurut Adrian Tuswandi, yang juga mantan Komisioner Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat, tidak ada definisi "wartawan Bodrex" di Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI).
Oleh karena itu, Adrian Tuswandi menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme wartawan, serta melawan penghinaan terhadap profesi tersebut.
"Secara terminologis, istilah 'wartawan Bodrex' tidak memiliki definisi yang jelas dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI). Namun, penggunaan istilah tersebut seringkali bermakna negatif dan digunakan untuk mendiskreditkan profesi wartawan yang menjalankan tugasnya sesuai dengan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalis," jelas Adrian Tuswandi.
Meskipun tidak menyebutkan nama secara spesifik, penggunaan istilah 'wartawan Bodrex' dapat dianggap sebagai bentuk fitnah terhadap profesi wartawan. Dalam konteks hukum, tidak ada pengecualian untuk tidak menyebutkan nama. Setiap individu yang merasa difitnah oleh istilah tersebut berhak untuk mengajukan tuntutan dan membiarkan pengadilan menentukan kesalahan atau kebenarannya, jelasnya.
"Selain itu, perlu ditekankan bahwa setiap orang, tanpa memandang profesinya, memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Tidak ada diskriminasi atau pengecualian dalam hal ini," tegas Adrian Tuswandi.
"Semua orang memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Oleh karena itu, kita harus selalu berhati-hati dalam berbicara dan bertindak, karena 'mulutmu harimaumu' dan 'jarimu adalah serigala yang akan menerkam kepalamu'."
"Kepada rekan-rekan wartawan Dharmasraya, saya mengajak untuk terus melanjutkan perjuangan demi menjaga marwah profesi wartawan. Profesi wartawan adalah profesi yang terhormat dan tidak boleh diremehkan oleh seseorang atau masyarakat. Mari kita menjaga integritas dan profesionalisme kita sebagai wartawan," tegas Adrian Tuswandi.(Tegu)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :