Bupati Annisa Perintahkan Penanganan Komprehensif Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Timpeh
Siagaonline.com, Dharmasraya – Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengambil langkah tegas menyikapi kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di Timpeh.
Korban, yang diperkirakan hamil lima bulan akibat perbuatan bej#t pasangan suami istri itu, diminta bupati untuk segera ditangani secara menyeluruh oleh jajaran pemerintah daerah.
Bupati Annisa memerintahkan jajaran Dinas Sosial P3APPKB, Dinas Kesehatan, staf ahli hukum, yang dikoordinir Sekretaris Daerah untuk memastikan korban mendapatkan penanganan lengkap dan pendampingan terpadu.
“Bapak/Ibu, terkait anak korban pelecehan s*ksual suami istri bej*t itu, tolong pastikan selain visum, bawa ke obgyn untuk pemeriksaan risiko kehamilan bawah umur, ke psikiater untuk kondisi mental dan trauma, perlindungan hukum dari staf ahli hukum, dan pastikan perlindungan PPA 24 jam di tempat safe house,” tulis Annisa dalam arahannya, Selasa (29/04/2025) dari Jakarta.
Ia juga memerintahkan kepala Dinas Kesehatan untuk meminta rekomendasi dari psikiater dan obgyn untuk pemulihan mental dan kesehatan, agar mendapatkan rekomendasi mengenai tindakan yang tepat untuk korban.
"Saya minta update besok siang progress-nya ya. Pak Sekda, tolong pantau.” tegasnya.
Merespons arahan tersebut, Kepala Dinas Sosial P3APPKB, Martin Efendi, segera menggerakkan tim UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Korban kini berada di rumah aman dan mendapatkan pendampingan penuh selama 24 jam. Kepala UPTD PPA, Efrizon, menyebutkan bahwa tim pendamping terdiri dari petugas terlatih dan psikolog perempuan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Yosta Defina, juga memastikan bahwa korban telah diperiksa oleh dokter kandungan RSUD Sungai Dareh, dr. Pom Harry Satria, Sp.OG (K).
Hasil pemeriksaan menunjukkan kehamilan korban telah berusia sekitar 23 minggu, kondisi fisik korban stabil, namun kehamilan tergolong risiko tinggi karena usia korban yang masih di bawah umur.
Dokter merekomendasikan perhatian penuh terhadap gizi dan dukungan psikologis karena korban mengalami kehamilan yang tidak dikehendaki dalam kondisi mental yang belum matang.
Pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pendampingan psikiatri, perlindungan hukum, serta pemulihan psikososial jangka panjang.
“Dalam situasi seperti ini, negara tidak boleh absen. Saya ingin semua bergerak cepat, jangan ada yang setengah hati. Kita harus pastikan keselamatan, kesehatan, dan masa depan anak ini benar-benar dilindungi,” tegas Annisa.
Sementara itu, pasangan pelaku kini menjadi buronan pihak kepolisian dan masih dalam pengejaran.(Tegu)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :