Siagaonline.com, Dharmasraya - Kamis pagi itu, halaman SMKN 1 Timpeh berubah menjadi ruang kenangan. Di bawah tenda sederhana yang didirikan dengan gotong royong, 52 siswa berdiri tegak,bukan hanya sebagai lulusan, tetapi sebagai saksi perjalanan penuh perjuangan, tawa, dan harapan.
Tak ada kemewahan. Hanya panggung kecil, dan karpet yang disusun diatas rumput halaman sekolah, dan suara dari pengeras yang sesekali berdesis, justru memperkuat kesan tulus dari perpisahan ini. Di balik kesederhanaannya, tersimpan cinta yang besar dari para guru, orang tua, dan teman sebaya.
Kepala Sekolah, Hendra Pemil, S.Pd., menatap satu per satu wajah siswa yang akan ia lepas. Wajah-wajah muda yang dulu datang dengan seragam baru dan mata berbinar, kini berdiri sebagai pemuda tangguh siap menapaki dunia nyata.
“Ini bukan akhir. Ini awal dari cerita kalian yang sebenarnya. Bawa semangat sekolah ini ke mana pun kalian pergi, semangat kerja keras, kejujuran, dan kebersamaan,” ucap Hendra, suaranya nyaris pecah menahan haru.
Dari 52 siswa, 24 berasal dari jurusan Teknik Alat Berat, 15 dari Teknik Sepeda Motor, dan 13 dari Teknik Komputer dan Jaringan. Selama tiga tahun, mereka bukan hanya dibekali keterampilan teknis, tapi juga nilai-nilai hidup yang mungkin tak tertulis di silabus.
Momen paling menyentuh datang saat salah satu siswi membacakan puisi perpisahan. Suaranya lirih namun jelas, menggetarkan hati siapa pun yang mendengarnya. Beberapa guru tertunduk, tangan mereka gemetar, mata mereka basah. Di antara hadirin, ada orang tua yang menatap anaknya dengan bangga, sembari menghapus air mata.
Penampilan seni, kesan dan pesan, serta tawa yang meledak di sela tangis menjadi paduan harmoni dalam acara itu. Tak ada yang perlu disusun megah ketika cinta dan kebersamaan yang jadi panggungnya.
Sutoyo Dubalang Sutan selaku Ketua Komite Sekolah menyampaikan bahwa kekompakan orang tua dan pihak sekolah adalah kekuatan sejati SMKN 1 Timpeh. “Kami mungkin bukan sekolah besar, tapi kami punya hati yang besar,” ujarnya singkat, namun dalam.
Di akhir acara, langit siang menjadi saksi, cita-cita yang kini mengangkasa, meninggalkan halaman sekolah, namun tak pernah meninggalkan kenangan.
Bagi SMKN 1 Timpeh, ini bukan sekadar perpisahan. Ini adalah pelukan terakhir sebelum anak-anak mereka terbang, membawa nama baik, dan semoga, pulang suatu hari nanti sebagai pribadi yang membanggakan.(Tegu)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :