Jalan Kabupaten Hancur, Dua Jembatan Rubuh di Sopan Jaya – Warga Desak PT SAK Bertanggung Jawab ‎ ‎
Siagaonline.com, Dharmasraya – Jalan kabupaten yang menghubungkan Nagari Sopan Jaya dengan Nagari Muaro Sopan mengalami kerusakan parah akibat aktivitas kendaraan berat milik PT Sumbar Andalas Kencana (SAK). Warga menuding perusahaan kelapa sawit tersebut tidak mematuhi ketentuan tonase dan abai terhadap kondisi jalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan jalan sepanjang lebih dari 10 kilometer kini dipenuhi lubang-lubang besar. Saat musim kemarau, jalan menjadi sangat berdebu dan membahayakan kesehatan warga. Sementara itu, ketika hujan, jalan berubah menjadi lautan lumpur yang sulit dilalui.
“Kerusakan ini jelas akibat truk-truk pengangkut sawit PT SAK yang melebihi tonase. Setiap hari, kendaraan berat mereka lalu-lalang tanpa henti. Jalan penuh lubang dan debu. Kalau hujan, lumpur di mana-mana. Kami yang sengsara,” kata salah seorang warga Nagari Sopan Jaya.
Terpisah, seorang pedagang di Nagari Sopan Jaya juga merasa dirugikan. “Pelanggan enggan datang karena debu tebal. Dagangan saya penuh debu, akhirnya saya berhenti jualan kue. Kalau hujan, kendaraan mereka bisa terjebak lumpur. Ini benar-benar menyulitkan kami,” tegasnya.
Selain jalan, warga juga mengeluhkan kondisi jembatan yang ikut runtuh dan rusak parah. Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi aktivitas warga. “Bukan hanya jalan, jembatan pun sudah runtuh. Kami makin terisolasi dan aktivitas ekonomi kami terganggu,” ungkap warga lainnya.
Wali Nagari Sopan Jaya, Sutan Riza Arianda, membenarkan bahwa ada dua jembatan yang kini rubuh. Ia menilai kondisi tersebut semakin memperparah keterisolasian warga. “Memang benar, ada dua jembatan yang sekarang sudah rubuh. Ini harus menjadi perhatian serius, karena akses masyarakat benar-benar terganggu,” ujarnya.
Warga menuntut PT SAK segera memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak parah ini. Mereka juga mendesak pemerintah daerah untuk turun tangan dan menegakkan aturan, agar perusahaan sawit itu tidak terus-menerus merugikan masyarakat.
“Kami tidak mau lagi hanya dijanjikan. Jalan dan jembatan ini penting bagi aktivitas sehari-hari warga. PT SAK harus bertanggung jawab penuh. Pemerintah daerah jangan diam saja,” ujar warga dengan nada geram.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Sumbar Andalas Kencana (SAK). Warga berharap pemerintah daerah segera memeriksa kerusakan jalan dan jembatan, serta memastikan perusahaan kelapa sawit itu menanggung perbaikan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.(Tegu)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :