UK-Kes UNP Meriahkan Festival Siti Nurbaya dan Cap Go Meh 2025 di Kota Tua Padang
Daerah | Kamis, 26 Juni 2025 14:23:11 WIB
Siagaonline.com, Padang – Unit Kegiatan Kesenian (UK-Kes) Universitas Negeri Padang (UNP) sukses ambil bagian dalam Festival Siti Nurbaya dan Cap Go Meh 2025, sebuah ajang budaya tahunan yang berlangsung meriah di kawasan Kota Tua Padang selama tiga hari, dari 7 hingga 9 Februari 2025. Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Padang dengan mengusung tema "Culture, Literature, and Future", yang menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal dalam bingkai modernitas, (9/02/25).
Festival dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, bersama Pj Wali Kota Padang, Andree Harimadi Algamar, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya harmoni antarbudaya di tengah masyarakat.
“Keberadaan Cap Go Meh yang berpadu dengan Festival Siti Nurbaya menunjukkan Kota Padang sebagai contoh keberagaman yang tetap mengutamakan nilai persatuan dan toleransi,” ujar Mahyeldi di hadapan ribuan pengunjung yang memadati lokasi acara.
Sebagai bagian dari penampil utama, UK-Kes UNP menampilkan pertunjukan seni yang memukau, mulai dari pembacaan puisi bertema literasi budaya, Tari Piring, hingga kolaborasi Randai Hoyak Galembong bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seni dari berbagai perguruan tinggi dan komunitas seni di Kota Padang.
Kolaborasi ini memadukan gerak, musik, dan cerita khas Minangkabau yang dikemas dengan sentuhan modern, menciptakan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif dan menyentuh nilai-nilai budaya lokal.
Ketua UK-Kesenian UNP, Farid Arfan, menyampaikan rasa bangganya atas keterlibatan UNP dalam festival bergengsi tersebut.
“Kami sangat senang bisa tampil di acara ini. Melalui seni, kami ingin menyalurkan semangat generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya Minangkabau, sekaligus mengembangkan ekspresi seni yang relevan dengan zaman,” ungkap Farid.
Festival Siti Nurbaya dan Cap Go Meh 2025 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi lintas budaya yang mempertemukan ragam tradisi masyarakat Tionghoa dan budaya Minangkabau dalam satu panggung. Antusiasme masyarakat pun luar biasa, dengan ribuan pengunjung yang hadir setiap harinya menyaksikan parade, pameran budaya, hingga pertunjukan seni dari berbagai daerah.
Keikutsertaan UK-Kes UNP dan berbagai UKM seni dalam festival ini menegaskan bahwa seni tradisional bukan sekadar warisan, tetapi juga bagian dari identitas masa depan yang dinamis dan inklusif. Dengan semangat literasi budaya dan inovasi kreatif, mereka menunjukkan bahwa budaya lokal tetap relevan dan mampu bersaing di tengah arus globalisasi.
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :