UNP dan LKAAM Sumbar Gelar Islamic Fair 2025: Sinergi Islam dan Budaya Minangkabau
Daerah | Rabu, 26 Februari 2025 23:41:17 WIB
Siagaonline.com, Padang — Universitas Negeri Padang (UNP) bekerja sama dengan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat sukses menggelar kegiatan Islamic Fair di Auditorium UNP. Rabu, (26/02/25).
Kegiatan ini menjadi ajang penting yang menyatukan nilai-nilai keislaman, budaya Minangkabau, dan dunia pendidikan dalam satu panggung yang inspiratif dan edukatif.
Rektor UNP, Krismadinata, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Islamic Fair merupakan bentuk komitmen UNP dalam pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai Islam. “Kegiatan ini mempererat sinergi antara akademisi, pemangku adat, dan masyarakat dalam melestarikan warisan budaya dan agama yang telah menjadi identitas Sumatera Barat,” jelasnya.
Rektor UNP juga memberikan apresiasi khusus kepada Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si., Dt. Nan Sati, Ketua LKAAM Sumbar, atas kontribusinya dalam memajukan nilai-nilai Islam di ranah pendidikan. Ia menyinggung peran Prof. Fauzi Bahar saat menjabat sebagai Wali Kota Padang dalam menerapkan kebijakan pemakaian hijab di sekolah-sekolah negeri.
“Beliau adalah pionir dalam mewajibkan hijab bagi siswi sekolah negeri di Padang, yang kini menjadi kebijakan inspiratif dan teladan di berbagai daerah. Ini adalah langkah monumental dalam menjaga identitas Muslimah Minangkabau,” ujar Krismadinata.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar menyampaikan bahwa Islamic Fair adalah momen penting untuk mempererat hubungan antara adat, syarak, dan ilmu pengetahuan. Ia menegaskan pentingnya memperkuat identitas Minangkabau yang berpijak pada nilai-nilai Islam sebagai syarat eksistensi budaya yang bermartabat.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara LKAAM Sumbar, PT Muhammad Yunus Sukses (MYS), dan sejumlah fakultas UNP, termasuk Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), serta Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP). Kerja sama ini mencakup pengembangan program-program pendidikan, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat berbasis nilai adat dan syariat.
Kegiatan Islamic Fair 2025 semakin semarak dengan pagelaran seni silat tradisional, seminar nasional bertajuk “Jilbab: Transformasi Pembelajaran dalam Perspektif Psikologi Islam”, serta fashion show bertema Muslimah dan Gadih Minang. Seminar ini menghadirkan narasumber terkemuka seperti:
Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si.
Prof. Dr. Ahmed Essa, M.A.A. dari Kedutaan Besar Arab Saudi
Prof. Ganefri, Ph.D.
Prof. Dr. Salmadanis, M.Ag.
Afriva Khaidir, Ph.D.
Selain kegiatan ilmiah dan seni, bazar produk Islami dan pertunjukan musik religi turut memeriahkan acara, memberikan ruang apresiasi bagi kreativitas mahasiswa dan pelaku UMKM lokal.
Islamic Fair 2025 tidak hanya menjadi panggung intelektual, tetapi juga wujud nyata sinergi antara kampus, adat, dan nilai-nilai Islam sebagai pilar pembangunan karakter dan identitas masyarakat Minangkabau masa kini dan masa depan.
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :