Lewat Bimtek di Sungai Duo, Alex Indra Lukman Dorong Kesadaran Cegah Karhutla
Daerah | Kamis, 18 September 2025 21:37:45 WIB
Siagaonline.com, Dharmasraya – Musim kemarau yang mulai terasa di sejumlah wilayah Dharmasraya membuat kekhawatiran akan kebakaran hutan kembali mencuat. Menyikapi hal itu, sebuah kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pengendalian kebakaran hutan digelar di Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kamis (18/9/2025). Acara ini menjadi bagian dari upaya pencegahan dini agar potensi karhutla bisa ditekan sejak awal.
Kegiatan ini merupakan inisiatif Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Alex Indra Lukman, S.Sos, M.A.P., yang diselenggarakan melalui tim asistennya di wilayah Sumbar. Langkah ini menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan wakil rakyat dalam mendukung perlindungan lingkungan hidup di tingkat akar rumput.
Acara bimtek berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat. Sejumlah tokoh penting turut hadir, termasuk Wali Nagari Sungai Duo, Ali Amran, dan Bhabinkamtibmas Polsek Sitiung, Alfajri, yang memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Turut hadir pula Hengki Purnanda, yang merupakan Tenaga Ahli dari H. Alex Indra Lukman, S.Sos, M.A.P., bersama Didik Suprijono dari Dalkarhut Wilayah II Sumbar. Keduanya menyampaikan materi teknis sekaligus membuka ruang diskusi tentang berbagai upaya yang dapat dilakukan masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan.
Koordinator PDI Perjuangan Sumbar, Suma Risman, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini sangat strategis. Menurutnya, bimtek semacam ini perlu diperluas cakupannya agar semakin banyak masyarakat yang teredukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan.
“Kami mengapresiasi inisiatif Pak Alex Indra Lukman yang terus konsisten mengangkat isu lingkungan ke permukaan. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi bentuk nyata kepedulian terhadap keberlangsungan hidup masyarakat,” ujar Suma.
Hengki Purnanda, dalam pemaparannya, menyoroti pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam upaya pengendalian kebakaran hutan. Ia mengatakan bahwa tanpa kesadaran kolektif, ancaman kebakaran hutan akan sulit dicegah.
“Bimtek ini bukan hanya soal teori, tetapi bagaimana membangun kesadaran bersama. Masyarakat adalah garda terdepan. Kita harus saling mengingatkan dan bahu-membahu menjaga hutan kita agar tetap lestari,” ujar Hengki.
Menurutnya, banyak kebakaran hutan yang terjadi bukan semata karena faktor alam, tetapi juga kelalaian manusia. Oleh sebab itu, edukasi dan pendampingan teknis seperti ini sangat dibutuhkan, terutama di daerah yang memiliki potensi rawan kebakaran.
Di sisi lain, Didik Suprijono dari Dalkarhut Wilayah II Sumbar menjelaskan berbagai teknik pengendalian dini dan prosedur yang bisa dilakukan masyarakat saat menghadapi potensi kebakaran di lingkungan sekitar mereka.
Para peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, perangkat nagari, dan relawan lingkungan menyambut baik pelatihan ini. Mereka aktif bertanya dan menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan, terutama terkait pembakaran lahan dan minimnya peralatan pemadaman.
Dengan adanya bimtek ini, diharapkan masyarakat Nagari Sungai Duo dan Dharmasraya khususnya memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk mendeteksi serta menanggulangi kebakaran hutan secara cepat dan tepat. Hal ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menurunkan angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara nasional.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan menjadi pelopor dalam menjaga hutan dan mengedukasi warga lainnya agar lebih peduli terhadap kelestarian alam demi masa depan bersama.(Tegu)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :