Tokoh Masyarakat Sumut Apresiasi Bupati Tapsel Dorong Percepatan Operasional PLTA Batang Toru
Tapsel, SiagaOnline.com – Tokoh masyarakat Sumatera Utara (Sumut), Syahrul M. Pasaribu, memberikan apresiasi kepada Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, atas inisiatifnya dalam mendorong percepatan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru. Apresiasi ini disampaikan di sela-sela kegiatan sosialisasi commissioning PLTA Batang Toru yang dirangkaikan dengan peninjauan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Dusun Suka Maju, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Jumat (14/11/2025).
Syahrul, yang juga merupakan mantan Bupati Tapsel dua periode, mengungkapkan bahwa proyek ini telah lama tertunda.
“Proyek ini sudah berjalan sejak zaman saya. Empat kali tertunda. Berkat dorongan Pak Gus, insyaallah awal Januari ini satu turbin sudah bisa beroperasi,” ujarnya.
Bupati Gus Irawan Pasaribu dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan PLTA Batang Toru adalah sebuah perjuangan panjang sejak ia menjabat sebagai Ketua Komisi VII DPR RI.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk persaingan dagang antara Tiongkok dan Amerika.
“Sejak awal saya ikut mendesak proyek ini berjalan. Dulu tidak mudah. Ada perang dagang Tiongkok–Amerika, berebut mengelola PLTA ini. Ketika investor dari Tiongkok yang menang, Amerika menggerakkan NGO lewat isu satwa langka Pongo tapanuliensis. Saya dari Marancar, dan saya bilang tidak ada yang lebih mencintai Pongo tapanuliensis selain kami,” tegas Bupati Gus Irawan.
Bupati menambahkan bahwa pihaknya sejak awal telah meminta agar PLTA menjaga kelestarian hutan Batang Toru, yang merupakan sumber air bagi pembangkit listrik.
"Kita sepakat dibuat wildlife corridor, jalur penyeberangan satwa. Itu komitmen sejak awal," imbuhnya.
Lebih lanjut, Bupati Gus Irawan menjelaskan bahwa percepatan operasional PLTA ini diharapkan dapat membantu kondisi keuangan daerah yang terdampak pengurangan APBN-APBD. Satu turbin ditargetkan beroperasi pada akhir tahun ini, dan keempat turbin diharapkan beroperasi penuh pada Maret 2026.
PLTA Batangtoru memiliki kapasitas 510 MW, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah melalui dana bagi hasil. Terkait proses commissioning, bupati menjelaskan bahwa penggenangan di hulu akan dilakukan sebagai bagian dari uji coba bendungan.
Sebagai penanggung jawab penanganan darurat, bupati telah menggelar rapat dengan Forkopimda untuk mematangkan rencana kontinjensi.
"Secara empiris belum pernah ada bendungan PLTA yang jebol. Tetapi UU tetap mewajibkan rencana darurat. PLTA nanti juga membantu manage banjir melalui sistem peringatan dini," jelasnya.
Selain itu, mulai tahun 2027, daerah berpotensi menerima dana bagi hasil dan program CSR dari perusahaan pengelola PLTA, yang mencakup wilayah Sipirok, Marancar, Batang Toru, Muara Batang Toru, dan Angkola Sangkunur.
Bupati juga menyampaikan bahwa Desa Hapesong Baru akan menjadi lokasi dua dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo. Program ini diharapkan tidak hanya mengurangi masalah gizi buruk, tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi.(Amils)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :