Kadispora Simeulue Tutup Turnamen Amuren Cup Ke -VIII Tanpa Juara
Daerah | Rabu, 24 Desember 2025 19:05:34 WIB
Siagaonline.com, Simeulue - Turnamen Amuren Cup yang sempat tertunda di babak semifinal beberapa waktu lalu, kini resmi ditutup oleh Kadispora Simeulue, bertempat di kantor Koni, Kecamatan Simeulue Timur, Selasa (23/12/2025).
Kepada awak media, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Simeulue, Syuhelmi mengatakan, Dari awal turnamen ini terlaksana dengan baik namun di akhir-akhir terjadi kendala yang tidak diinginkan sehingga turnamen tidak dapat di selesaikan dan tidak ada yang juara.
Maka oleh panitia di desa kata Syuhelmi, bersama tiga club yang sudah memasuki perempatfinal sepakat memutuskan bahwa kegiatan turnamen tidak dilanjutkan dan untuk pembagian tidak ada juara satu, dua dan tiga.
"Hari ini kita bukan membagikan hadiah akan tetapi ucapan terima kasih dari panitia atas partisipasi kepada tiga tim yang sudah lolos ke semifinal, dan untuk besaran hadiahnya sama rata," sebut Syuhelmi.
Syuhelmi berharap, kedepannya mudah-mudahan tidak ada lagi keributan seperti hal sedemikian, karena olahraga ini sebenarnya merupakan pemersatu bangsa dan pemersatu daerah," ujar Syuhelmi.
Sementara pada kesempatan itu, Ketua Panitia Turnamen Amuren Cup saat dikonfirmasi oleh awak media di kantor Koni Kabupaten Simeulue mengatakan, Turnamen Amuren Cup ini sebenarnya dari awal Alhamdulillah berjalan lancar namun setelah memasuki babak perempat final terjadi sebuah insiden keributan yang sebenarnya masih dapat di selesaikan dan sudah diselesaikan di desa. Namun akibat dari keributan itu, Kata ketua Panitia, pihak keamanan menarik surat izin keramaian dan pertandingan tidak dapat di selesaikan.
Sebagai panitia ucapnya, dirinya bersama tim terus berupaya untuk konsultasi dengan Ketua KONI, Ketua PSSI, Kadispora dan ke ketua DPRK agar dapat membantu untuk meminta kembali izin tersebut. Namun kata dia, jangankan panitia, ketua DPR saja juga tidak bisa.
Kemudian katanya, panitia juga menjumpai Bupati dengan harapan turnamen Amuren Cup itu bisa kembali mendapatkan izin dan kembali bertanding. Namun harapan itu juga tidak membuahkan hasil sehingga panitia dan para tim melakukan musyawarah bagaimana penyelesaian turnamen Amuren Cup Ke-8. Dari musyawarah tersebut ucapnya, mereka mendapatkan titik kesimpulan bahwa sepakat pertandingan tidak dilanjutkan dan untuk dua tim yang melakukan keributan dinyatakan didiskualifikasi dan yang melaju ke babak selanjutnya yaitu PS Lauke, PS Busung dan Batu Ragi.
Ia juga menyebutkan, pembagian hadiah kepada para peserta club yang memasuki perempatfinal ini, masing-masing club menerima Rp. 20 Juta plus dengan Trofi dan mendali.
Ia berharap, semoga pimpinan dapat melihat bagaimana masalah izin untuk pelaksanaan turnamen-turnamen kedepannya. Kalaulah kali ini dari panitia turnamen amuren cup ke-8 terkendala jangan sampai untuk club-club lain yang ingin melaksanakan turnamen sampai terkendala juga seperti ini," harapnya.
Kegiatan penyerahan tanda terima kasih ini turut dihadiri, Kadispora, Ketua PSSI, KONI dan Kades Lambaya, Ketua BPD Lambaya, Ketua Pemuda Lambaya, Sekretaris Panitia, Bendahara Panitia, Ketua Rumpun Amuren, Dasrin, Rapian, dan Tiga Kepala Desa dari club yang memasuki perempatfinal sebagai penerima tanda terima kasih. (HRD)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :