Walikota Palembang Ratu Dewa Serius Atasi Permasalahan Sampah, PLTS Sampah Diharapkan Jadi Solusi
Daerah | Senin, 23 Februari 2026 20:47:33 WIB
Siagaonline.com, Palembang - Sampah adalah masalah klasik di kota-kota besar di Indonesia. Tak terkecuali juga di Kota Palembang.
Bayangkan, Kota Palembang dengan penduduk lebih dari 1 juta jiwa telah menghasilkan sekitar 1200 ton sampah dalam per harinya.
Melansir detik.com, Pemerintah Kota Palembang fokus menuntaskan persoalan sampah melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Lewat proyek strategis tersebut, timbunan sampah di Kota Palembang ditargetkan berkurang hingga 30 persen, sekaligus diubah menjadi energi listrik ramah lingkungan.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengatakan, PLTSa Palembang dirancang bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan menjadi tulang punggung sistem pengelolaan sampah kota. Fasilitas ini mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik hingga 20 megawatt.
“Produksi sampah kita saat ini berkisar 1.200 ton per hari. Artinya, PLTSa ini akan berperan besar dalam menekan volume sampah secara signifikan, bahkan hingga 80 persen volume yang masuk fasilitas,” ujar Dewa, dalam keterangan pers, yang dikutip, Senin (23/2/2026).
Tak hanya mengurangi timbunan sampah, proyek ini juga diharapkan mampu menekan emisi gas metana yang selama ini menjadi salah satu penyumbang emisi berbahaya. Sistem pengolahan akan dilengkapi teknologi filtrasi berlapis serta pemantauan emisi kontinu untuk memastikan seluruh parameter, termasuk dioksin, tetap memenuhi baku mutu lingkungan.
Dalam operasionalnya, PLTSa akan bekerja selama 20–24 jam per hari dengan distribusi sampah mencapai 40–50 ton per jam. Tantangan terbesar, kata Dewa, terletak pada konsistensi pasokan sampah dari seluruh Tempat Penampungan Sementara (TPS) agar tepat waktu dan sesuai spesifikasi.
Saat ini, Palembang memiliki sekitar 160 armada pengangkut sampah yang melayani 18 kecamatan. Namun, untuk mendukung operasional optimal PLTSa, dibutuhkan sedikitnya 220 armada.
“Artinya, masih ada kekurangan sekitar 60 unit. Kita perlu peremajaan kendaraan tua dan pengadaan armada baru agar sistem distribusi sampah benar-benar efektif dan efisien. Manajemen pengelolaan sampah ke depan harus berbasis data yang akurat,” katanya.
Di sisi lain, Pemkot Palembang juga menekankan pentingnya peran masyarakat. Tanpa partisipasi warga, proyek sebesar apa pun tidak akan berjalan maksimal. Dewa mendorong penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
Program “Satu Kelurahan Satu Bank Sampah” menjadi salah satu strategi andalan. Saat ini telah terbentuk 96 bank sampah dari total 107 kelurahan. Setiap bank sampah rata-rata mampu mengurangi 0,5 hingga 1 ton sampah per hari, atau secara keseluruhan sekitar 50–100 ton per hari.
“Ini setara 4–8 persen dari total produksi sampah harian. Cukup signifikan, sekaligus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan,” jelasnya.
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :