Sesditjen Dikti Resmi Buka Raker PTNBH UNP 2027, Bahas Penguatan Mutu dan Strategi Pendidikan Tinggi
Daerah | Jumat, 08 Mei 2026 21:06:19 WIB
Siagaonline.com, Padang - Universitas Negeri Padang menyelenggarakan Rapat Kerja Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) Tahun Anggaran 2027 di Auditorium UNP, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Med. Setiawan mewakili Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Rapat kerja ini dihadiri oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA), Ketua Senat Universitas, para dekan dan direktur, senior eksekutif, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan UNP.
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam menyusun arah kebijakan dan program kerja universitas untuk tahun 2027.
Dalam sambutannya, Rektor UNP Ir. Krismadinata menyampaikan sejumlah fokus utama yang menjadi perhatian dalam penyusunan program kerja ke depan.
Fokus tersebut mencakup penguatan program kerja yang terarah dan berdampak, peningkatan kualitas sumber daya manusia dosen, serta peningkatan jumlah lulusan yang dapat terserap di dunia kerja secara tepat waktu.
Beliau juga menyampaikan harapan agar UNP dapat memiliki seribu dosen bergelar doktor pada tahun 2029 melalui berbagai program dan skema beasiswa studi lanjut.
Upaya tersebut dinilai sebagai bagian penting dalam memperkuat kualitas akademik serta daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.
Selain membuka kegiatan, Prof. Setiawan turut menyampaikan materi utama bertajuk Arah Kebijakan dan Strategi Diktisaintek Berdampak.
Paparan tersebut merupakan bagian dari implementasi Rencana Strategis Kemendiktisaintek 2025–2029 yang selaras dengan RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029 menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya keselarasan antara arah kebijakan kementerian dengan langkah strategis yang dilakukan setiap perguruan tinggi, termasuk UNP sebagai perguruan tinggi berstatus PTNBH.
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat 11 indikator kinerja utama yang menjadi tolok ukur perguruan tinggi, di antaranya persentase lulusan yang bekerja atau melanjutkan studi dalam satu tahun setelah kelulusan, jumlah dosen dengan rekognisi internasional, publikasi bereputasi internasional di Scopus dan Web of Science (WoS), hingga penguatan kerja sama perguruan tinggi dengan dunia industri dan startup.
Lebih lanjut, Prof. Setiawan turut memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi pendidikan tinggi nasional, seperti penguatan otonomi perguruan tinggi, peningkatan dampak riset bagi masyarakat, integrasi kampus dan industri, serta pemerataan mutu pendidikan antarwilayah.
Beliau juga menyoroti pentingnya meningkatkan daya tarik perguruan tinggi Indonesia bagi mahasiswa asing sebagaimana tercermin dalam indeks Tertiary Inbound Mobility UNESCO 2023.
Untuk mendukung hal tersebut, kementerian tengah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk pembentukan Pusat Pengelolaan Mahasiswa Asing dan penguatan kerja sama internasional.
Pada kesempatan tersebut, turut disampaikan program prioritas Hilirisasi Riset: Technopreneurs yang ditargetkan berjalan hingga tahun 2029.
Program ini diarahkan untuk mendorong lahirnya ribuan perusahaan rintisan, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta industri, inovasi, dan infrastruktur.
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :