Dosen Ilmu Komunikasi UNP Paparkan Gagasan "Kweekschool Baru" pada Seminar Kebangsaan 170 Tahun Kweekschool
Siagaonline.com, Bukittinggi – Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Mohammad Isa Gautama, S.Pd., M.Si., tampil sebagai salah satu pemakalah dalam Seminar Kebangsaan 170 Tahun Kweekschool yang digelar di Gedung Heritage SMAN 2 Bukittinggi, Sabtu (25/4/2026).
Seminar bertajuk "Jejak Intelektual, Pemikiran & Keteladanan Tokoh Besar Alumni Sikola Radjo" tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati 170 tahun berdirinya Kweekschool, yang dikenal sebagai salah satu sekolah guru pertama di Indonesia dan memiliki peran penting dalam sejarah pendidikan nasional.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bukittinggi, M. Ramlan Nurmatias, S.H. Turut hadir mewakili Gubernur Sumatera Barat, Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Medi Iswandi, S.T., M.M. Seminar juga diikuti para pendidik, kepala SMA se-Kota Bukittinggi, alumni SMAN 2 Bukittinggi, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan dari wilayah Bukittinggi dan Agam.
Dalam makalahnya yang berjudul "Membaca Sejarah Kweekschool, Merancang Masa Depan Pendidikan Sumatera Barat", Dr. Mohammad Isa Gautama menegaskan bahwa sejarah besar Kweekschool tidak boleh hanya menjadi simbol kebanggaan masa lalu, tetapi harus dimaknai secara kritis sebagai pijakan dalam merancang masa depan pendidikan di Sumatera Barat.
Menurutnya, Sumatera Barat menghadapi sebuah paradoks pendidikan. Di satu sisi, daerah ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat lahirnya guru, ulama, intelektual, dan tokoh bangsa. Namun di sisi lain, berbagai hasil penelitian masih menunjukkan adanya persoalan yang berkaitan dengan kualitas dan kelayakan tenaga pendidik.
"Warisan Kweekschool tidak cukup dirayakan. Ia harus diterjemahkan menjadi agenda baru untuk memperkuat guru," tegasnya dalam pemaparan.
Sebagai solusi, Isa menawarkan gagasan "Kweekschool Baru" sebagai metafora kebijakan untuk mengembalikan martabat dan memperkuat kapasitas guru di Sumatera Barat. Gagasan tersebut bukan dimaksudkan untuk menghidupkan kembali institusi pendidikan kolonial, melainkan menjadikan guru sebagai pusat transformasi pendidikan daerah.
Ia menjelaskan bahwa guru masa depan perlu memiliki berbagai kompetensi penting, di antaranya pedagogi adaptif, literasi digital, literasi data, kemampuan berpikir kritis dan reflektif, kompetensi sosial-emosional, kepemimpinan kolaboratif, serta wawasan global yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
Seminar Kebangsaan tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh sebagai narasumber, di antaranya jurnalis dan sejarawan Hasril Chaniago, alumni sekaligus petinggi Pertamina Dr. Ir. Dedi Yusmen, S.Si., MBA, E., M.Esy., serta dimoderatori oleh Drs. Martin Suhendri, Apt., M.Farm.
Ketua panitia, Arief Rangkayo Mulia, berharap peringatan 170 tahun Kweekschool tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk membaca kembali perjalanan pendidikan Sumatera Barat secara lebih objektif sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan di masa depan.
Partisipasi dosen Universitas Negeri Padang dalam forum ilmiah tersebut menjadi wujud kontribusi nyata sivitas akademika UNP dalam memberikan gagasan strategis bagi kemajuan pendidikan Indonesia, sekaligus mendukung penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. (MIG)
#UNP #UniversitasNegeriPadang #AlamTakambangJadiGuru #SDGs4 #QualityEducation #SDGs17 #PartnershipsForTheGoals
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :