Rabu, 29 Juni 2022
Follow:  
www.siagaonline.com
 
Bukti Video Penolakan Pasien Arifin Acmad Istri Almarhum Angkat Bicara Sembari Menangis
Selasa, 21-06-2022 - 18:54:28 WIB

TERKAIT:
   
 

SiagaOnline.com, Pekanbaru - Seorang Warga Indah Pratiwi yang kerap mendampingi Cipto Harjono (48) pasien Kanker Stadium 4 , diduga di tolak di RSUD Arifin Ahmad dan meninggal dunia di RS Madani setelah dibawa oleh masyarakat dari rumahnya di Rumbai, Senin (20/06/2022).

Pasalnya ia mengaku merasa kecewa dengan sikap RSUD Arifin Ahmad yang terkesan mereka sudah benar diri dalam memberikan keterangan kepada masyarakat banyak, terkait dugaan penolakan pasien sekarat bernama Cipto Harjono.

“Keterangan tersebut kami rasakan  tidak semua benar dengan apa yang sudah mereka sampaikan kepada publik melalui salah satu media, terkait pembelaan dirinya,” kata Indah Pratiwi, salah seorang warga Rumbai yang biasa mendampingi pasien berobat ke RSUD Arifin Ahcmad.

Adapun kronologisnya, dikatakan Indah Pratiwi, penolakan untuk di rawat inap sudah ada beberapa kali. Pertama diperkirakan tanggal 14 Mei 2022. Saat itu ia datang pertama kali ke RSUD dengan berbekal membawa surat hasil laboraturium swasta yang dikeluarkan oleh RS Ibnu Sina.

Ketika surat hasil labor swasta ditunjukkan ke dokter jaga IGD, sang dokter itu menjelaskan bahwa pasien mengalami kanker stadium 4. Namun, pihak IGD kembali meminta kepada pihak keluarga pasien supaya mempertanyakan kembali ke rumah sakit atau dokter yang merawat sebelumnya, agar bisa menjelaskan secara detil hasil diagnosa pasien Cipto Harjono.

“Namun saat itu karena hari libur. Dan juga pasien tidak dirawat lagi di RS Ibnu Sina, maka dokter IGD RSUD meminta pihak keluarga membawa pasien pulang,” terangnya.

Kedua, aktivis rumah singgah yang ikut prihatin meilhat pasien membawa kembali ke RSUD (Tanggalnya lupa) untuk dilakukan tindakan medis. Namun karena kekurangan dana sekitar Rp6.000.000, maka pasien kembali dibawa pulang.

Sementara yang Ketiga pada tanggal 8 Juni 2022, saya dan masyarakat setempat kembali membawa Cipto Harjono ke RSUD. Saat itu kondisinya sudah sekarat, karena pasien hanya bisa berbaring sambil menahan sakit. Sampai di IGD, pihak kami kembali bertemu dengan dokter jaga saat pertama kali datang, yang menjelaskan pasien ini kangker stadium 4.

Akhirnya dilakukan cek darah dan ronsen, namun hasilnya dikatakan bahwa kondisi pasien bagus. Kemudian pasien disuruh lagi kembali pulang, setelah menyelesaikan biaya cek medis Rp1.800.000. Namun karena pasien tidak ada uang, maka KTP istrinya ditinggalkan sebagai jaminan di RSUD.

Adanya Video rekaman itu yang mengatakan bahwa pasien menderita sakit kanker stadium 4 (Berdasarkan surat labor yang diserahkan keluarga) sehingga tidak ada alasan RSU AA tidak tahu kalau pasien itu kangker stadium 4 Namun sekarang, yang membuat kami terkejut yakni berdasarkan pemeriksaan dokter IGD, mereka mengatakan hasil medis bagus, dan tidak ada alasan pasien untuk di rawat inap dan kembali menyuruh pulang.

Dengan memberikan berbagai alasan yang terkesan bohong, salah satunya bed penuh, dan untuk di ketahui pasien ini datang pertama kali tanggal 14 Mei ,bukan tanggal 8 Juni seperti keterangan dari RS di media,artinya pihak RS tidak memeriksa file pasien ini dengan baik sehingga mereka salah menjelaskan kepada media saat pasien ini pertama kali datang.

Lanjutnya setelah pasien di pulangkan tangggal 8 Juni itu akhirnya pasien di rawat secara mandiri di rumah selama 3 hari menggunakan infus oleh keluarga dan masyarakat,hingga akhirnya masyarakat tak tega melihat pasien yang mengeluh sakit terus tapi tidak mendapat layanan medis dengan baik kemudian masyarakat sepakat membawa pasien pada tanggal 11 Juni ke RS Madani, kemudian setelah pasien di rawat beberapa jam di RS madani pasien tersebut menghembuskan terakhir pukul 6 pagi.

“Diketahui Baru baru ini, diakui KTP istri Almarhum sudah dikembalikan oleh pihak RSUD yang juga sekalian minta maaf terkait kesalahan oknum-oknum medis di RSUD. Atas permintaan maaf ini, artinya mereka mengakui salah, buktinya mereka minta maaf namun diharapkan pihak RSUD jangan lagi membangun opini di media, bahwa pihak RSUD benar dan pihak pasien seakan akan salah,” sambung Indah.

Sementara Direktur RSUD Arifin Ahmad Wan Fajriatul menanggapi video dugaan penolakan rawat inap yang direkam masyarakat saat terakhir membawa pasien ke RSUD, ia mengatakan Via pesan Whats App pengambilan video tersebut menyalahi tanpa izin serta ada Undang Undang yang berlaku, ungkapnya. (Ari)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
red_siagaonlinepku@yahoo.com / redaksisiagaonline@gmail.com
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)




Loading...


 
Berita Lainnya :
  • Bukti Video Penolakan Pasien Arifin Acmad Istri Almarhum Angkat Bicara Sembari Menangis
  •  
    Komentar Anda :

     
    GALERI FOTO
    Tendangan Bola Irjen Iqbal Berhasil Jebol Gawang Tim Futsal Ditkrimsus
     
    ADVERTORIAL
    Bencana Alam Tanah Longsor Menutupi Jalan Umum Malalak
     
    TERPOPULER
    1 Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Sebagai Kapolri, Siap Uji Kelayakan di DPR
    2 Kebersihan Lingkungan Adalah Tanggung Jawab Bersama
    3 Perusahaan Hilangkan Hak Karyawan, Ratusan Buruh PT RGMS Gelar Mogok Kerja
    4 Diduga Perusahan Hilangkan Hak Karyawan, Buruh PT RGMS Gelar Aksi Mogok Kerja
    5 Terkait Penemuan Air Mineral Merk Crystalline Mengandung Kotoran dalam Kemasan, Konsumen Kecewa
    6 Bupati Bungkam?
    Mendagri Diminta Perintahkan Bupati Nias Barat Copot Oknum Kadis Terduga Mesum
    7 Para Pejabat Teras Jajaran Pusterad Diserahterimakan
    8 Kuasa Hukum Ust. Maheer At Thuwailibi Siap Ambil Tindakan Hukum
    9 Manfaat Penyuluhan Kesehatan Langsung Dapat Dirasakan Warga Desa Tujung
    10 PT. Langgam Harmoni Tolak Serikat, Puluhan Karyawan Lakukan Mogok Kerja
     
    Siaga Kepri | Siaga Sumut | Siaga Lampung | Siaga Jawa | Kuansing | DPRD Kuansing | DPRD Tanjung Pinang
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016-2020 PT. Mafis Siaga Pers, All Rights Reserved