Sabtu, 10 Desember 2022
Follow:  
www.siagaonline.com
 
BNI Pekanbaru Diduga Cairkan Pinjaman Miliran Rupiah Pakai NIK KTP Seorang Supir di Pekanbaru
Jumat, 28-10-2022 - 21:09:03 WIB
Teks foto: Maulana Korban BI Checking BANK BNI Pekanbaru
TERKAIT:
   
 

SiagaOnline.com, Pekanbaru - E -KTP dengan single identity memudahkan masyarakat dalam berbisnis dan beradministrasi. Namun bagaimana bila ada kesalahan sistem?, hingga menyebabkan seorang warga Pekanbaru terkena BI Checking hingga miliaran Rupiah.

Hal ini diungkapkan seorang warga Pekanbaru, Maulana (48 ) kepada awak media  menyampaikan mulanya ia berkeinginan mengambil Kredit Perumahan Rakyat (KPR) , melalui istrinya diketahui bahwasanya kita tidak bisa mengambil perumahan kredit dikarenakan adanya BI Cheking di Bank Negara Indonesia (BNI), Sabtu (22/10/2022) .

Alangkah terkejutnya dirinya ada tunggakan hutan piutang hingga miliran rupiah dari istrinya , padahal perkerjaan hanya seorang supir dengan 6 (enam) orang anak, sembari sedih mendapat informasi tersebut.

Merasa tak pernah melakukan pinjaman, Maulana pun meminta kepada pihak Otorisasi Jasa Keuangan (OJK) memberikan hasil print out,  berdasarkan database tersebut barulah diketahui seseorang berinisial (DK) dengan nomor induk kependudukan (NIK) sama dengannya.

Lanjut Maulana, ia mengira bahwasannya KTP -nya Double NIK, lalu berangkatlah saya ke Kantor Disdukcapil Kota Pekanbaru untuk memastikan NIK nya,  ternyata hasilnya keluar hanya saya sendiri tidak ada nama (DK) dalam keterangan yang disampaikan pihak Disdukcapil.  

Keberatan atas NIK nya dipergunakan oleh orang lain untuk mengajukan sebuah pinjaman sehingga merugikannya terkena BI Checking, lantas pergi ke BNI dengan berbekal data dari OJK dan Keterangan Disdukcapil Kota Pekanbaru

Melalui PT Bank Negara Indonesia Sentra Kredit Konsumen (PT BNI SKK) di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru , saya menyampaikan NIK nya dipergunakan oleh orang lain untuk mengajukan sebuah pinjaman hingga miliaran Rupiah.

Dijawab oleh pihak BNI melalui Kuasa Hukumnya,  "ini tidak ada masalah tidak usah dipikirkan, " katanya menirukan ucapan pihak BNI, lalu keluar begitu saja tanpa memberikan solusi , akhirnya ia pun pulang dan kecewa terhadap pelayanan publik dari Bank tersebut, sekitar dua tahun lalu.

Pada tahun 2022 , ia berkeinginan membuka Rekening di BNI ternyata lagi - lagi munculnya BI Checking tersebut kata salah seorang Costumer Service BNI - Panam ,  kemudian ia berpikir berarti NIK nya masih dipergunakan oleh orang yang tidak dikenalnya yakni berisial (DK) itu lagi.

Jujur merasa kecewa terhadap BNI , ia merasa bahwasannya NIK nya telah dipulihkan dan diperbaiki ternyata tidak sama sekali setelah menyampaikan keluh kesahnya pada dua tahun yang lalu.

Kemudian ia kembali lagi ke BNI untuk kedua kalinya untuk menyampaikan keberatan NIK dipergunakan oleh orang lain, kalau tidak salah pada Bulan Agustus 2022 , ia berjumpa dengan bagian administasi di BNI SKK Pekanbaru, lantas disuruh bersabar nanti dicari solusinya, kata pihak BNI itu.

Bahkan pihak BNI SKK Pekanbaru mengatakan data ini tidak bisa dirubah karena masih ada Kredit macet, bahkan saya dianjurkan kembali ke Disdukcapil memastikan NIK -nya, kemungkinan dari disdukcapilnya NIK ganda, katanya.

Intinya Ia tidak mengenal (DK)  hingga saat ini , dimana NIK DK sama dengannya , berharap dipulihkan dan diperbaiki,  terkait perihal ini saya mengalami kerugian banyak, sehingga tidak bisa mengajukan pinjaman untuk usaha maupun kredit lainnya, tolong pak Wartawan, sudah bertahun memperjuangkan tetapi tidak juga mendapatkan solusi dari Pihak BNI. Ucapnya.  

Sementara pimpinan PT. Bank. Negara Indonesia Pekanbaru,  Mus Adral terkejut mendengar perihal ini,  ia mengatakan di BNI Pekanbaru baru saja menjabat kurang lebih seminggu ini.  Dimana sebelumnya bertugas sebagai Pimpinan BNI  Cabang Pangkal Pinang di Sungailiat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (26/10/2022).

Kebetulan baru saja dilantik,  jadi ia tidak mengetahui permasalahan yang dihadapi Saudara Maulana terkait Dua Nama dengan satu NIK yang sama, kemungkinan salah entri atau human error dari petugas BNI.

Dalam waktu dekat akan kita cek kembali data   Maulana, sehingga mendapatkan titik terang terhadap BI Checking menyangkut atas Namanya, dianjurkannya Maulana membuat surat pengaduan ditujukan Kepada Pimpinan PT.BNI Pekanbaru.

Ditempat berbeda atas arahan Mus Adrial pimpinan BNI Pekanbaru kepada Wartawan untuk bertanya dan konfirmasi ke BNI SKK di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya disamping Pengadilan Tinggi Negeri Pekanbaru kalau tidak salah, terangnya.

Melalui 0impinan PT BNI SKK Pekanbaru, M.Suhindra,  kemungkinan terjadi dikarenakan NIK ganda dari Disdukcapil Kota Pekanbaru yang dikeluarkan sekitaran tahun 2011 masih manual,  sehingga Maulana muncul datanya,  padahal bukan dia peminjamnya melainkan (DK), Jumat (28/10/2022).

Suhindra, juga meminta kepada Maulana datang ke kantornya,  dimana kita sudah mempersiapkan surat konfirmasi Status Debitur isinya adalah Saudara Maulana tidak tercatat sebagai Debitur SKK Pekanbaru agar dapat ditanda - tangani oleh beliau.

Artinya setelah tanda tangan surat tersebut beliau tidak tercatat sebagai peminjam di BNI setelah itu merujuk ke Disduk Capil Pekanbaru.  

Terkait DK benar ada datanya berupa KTP serta sejumlah data lainnya,  diketahui DK merupakan seorang Developer, ia mengalami kredit macet disini sehingga asetnya dilelang.
Orangnya pun entah dimana sekarang sehingga kesulitan menemukannya.

Ketika ditanya Wartawan,  boleh diperlihatkan saja KTP DK,  Suhindra menjawab " ini merupakan data nasabah kami tidak serta merta memperlihatkan begitu saja harus konfirmasi ke pimpinan BNI yang berwenang disni.

Dijelaskannya kembali kemungkinan ini data ganda penyebabnya karena KTP dulu manual belum elektronik ,  karena banyak sekali data ganda yang kita ditemukan.

Ditanya kembali oleh Wartawan, boleh dijelaskan alur dan mekanisme dalam mengajukan pinjaman di Bank BNI,  Suhindra kembali mengatakan,  Sederhananya, BI checking adalah penentu apakah calon debitur memenuhi syarat untuk diberi pinjaman atau tidak.

Setelah melalui tahapan BI Checking dilanjutkan survey ke alamat debitur, agunannya,  pekerjaannya serta diketahui oleh pihak notaris dengan menghadirkan saksi saksi dan lainnya,  setelah tahapan demi tahapan dilalui dan tidak ada masalah,proses Akad Kredit  dilakukan kepada Debitur tersebut.

Mengenai KTP saat ini berbasis Elektronik tidak masalah peminjam dari daerah mananapun asalkan punya KTP dan berdomisili di Pekanbaru.

Kepada Bapak Maulana ia berharap datang ke kantornya,  untuk memulihkan NIK-nya yang dipergunakan oleh orang lain,  agar beliau dapat memanfaatkan ktp-nya untuk keperluan lainnya tanpa dikenakan catatan BI Cheking kedepannya. (Ari)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
red_siagaonlinepku@yahoo.com / redaksisiagaonline@gmail.com
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)




Loading...


 
Berita Lainnya :
  • BNI Pekanbaru Diduga Cairkan Pinjaman Miliran Rupiah Pakai NIK KTP Seorang Supir di Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    GALERI FOTO
    Bawaslu Agam Gelar Konsolidasi
     
    ADVERTORIAL
    Jambore Kader PKK Panggung Perekat Silaturahmi Mendorong Kreativitas Dan Inovasi
     
    TERPOPULER
    1 Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Sebagai Kapolri, Siap Uji Kelayakan di DPR
    2 Kebersihan Lingkungan Adalah Tanggung Jawab Bersama
    3 Perusahaan Hilangkan Hak Karyawan, Ratusan Buruh PT RGMS Gelar Mogok Kerja
    4 Diduga Perusahan Hilangkan Hak Karyawan, Buruh PT RGMS Gelar Aksi Mogok Kerja
    5 Terkait Penemuan Air Mineral Merk Crystalline Mengandung Kotoran dalam Kemasan, Konsumen Kecewa
    6 Bupati Bungkam?
    Mendagri Diminta Perintahkan Bupati Nias Barat Copot Oknum Kadis Terduga Mesum
    7 Para Pejabat Teras Jajaran Pusterad Diserahterimakan
    8 Kuasa Hukum Ust. Maheer At Thuwailibi Siap Ambil Tindakan Hukum
    9 Manfaat Penyuluhan Kesehatan Langsung Dapat Dirasakan Warga Desa Tujung
    10 PT. Langgam Harmoni Tolak Serikat, Puluhan Karyawan Lakukan Mogok Kerja
     
    Siaga Kepri | Siaga Sumut | Siaga Lampung | Siaga Jawa | Kuansing | DPRD Kuansing | DPRD Tanjung Pinang
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016-2020 PT. Mafis Siaga Pers, All Rights Reserved