Waspada Nyamuk Aedes Aegypti Pada Musim Panca Roba
Bengkalis | Jumat, 15 November 2024 22:38:05 WIB
SiagaOnline.com, Bengkalis - Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang sangat perlu kita waspadai, hal ini dikarenakan DBD merupakan masalah kesehatan serius yang mampu mengancam nyawa seseorang.
PJ Kadis Kesehatan Kab. Bengkalis Ermanto, SKM.M.K.M melalui Irawadi SKM.M.P.H “korban jiwa kasus kematian terjadi pada bulan Mei dan Juni 2024. Kasus DBD di Kabupaten Bengkalis saat ini relatif jauh menurun kasus DBD pada bulan Juli 2024 dan puncak kasus pada pertengahan Oktober 2024 sudah menurun sejak minggu ketiga bulan Oktober 2024 hingga saat ini.
Himbauan, walaupun kasus DBD saat ini dapat di antisipasi telah menurun tetapi tetap berpotensi bisa muncul kembali meningkat melihat curah hujan antara musim panas atau pancaroba. Bisa kembali meningkat.
UPT Puskesmas Bandar Laksamana, Jamilah, S.Kep.M.K.M “Penyebab penyakit DBD sendiri adalah akibat dari gigitan nyamuk aedes Aegypti. Penyakit ini sangat identik dengan musim hujan, sehingga masyarakat diharapkan bisa menerapkan sikap waspada dengan menerapkan 3M Plus. Gotong royong membersihkan Desa katanya melalui Media ini.
Tidak semua nyamuk dapat membawa virus demam berdarah. Hanya nyamuk aedes aegypti betina yang menularkan virus demam berdarah. Nyamuk tersebut akan menularkan virus setelah menggigit manusia yang telah terinfeksi sebelumnya. Penularan DBD tidak mungkin ditularkan secara langsung antar manusia, perlu “peran” dari nyamuk aedes aegypti betina untuk memindahkan virus tersebut lewat gigitan.
Efi Puskesmas Sungai Pakning Kec. Bukit Batu “Demam berdarah memiliki gejala yang khas, yaitu 4 sampai 10 hari pasca gigitan nyamuk, orang tersebut akan mengalami demam hingga 40 derajat celcius yang diikuti dengan sakit kepala yang parah, nyeri otot dan sendi, hingga munculnya ruam atau bintik merah pada area kulit dan mimisan serta pendarahan ringan pada gusi” Demam yang terjadi pada pasien terjangkit demam berdarah tidak dapat dibedakan, sehingga masyarakat diharapkan bisa waspada dan melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila demam tak kunjung turun, terdapat beberapa fase dalam demam berdarah, yaitu fase demam, fase kritis dan fase penyembuhan yang setiap fase nya memiliki ciri tersendiri.
Saat demam menurunan, apabila masuk fase kritis maka akan terjadi gangguan tekanan darah dan tanda vital lainnya. Namun, jika tanda vital baik, artinya DBD telah masuk fase penyembuhan. Jika tidak ditangani sedini mungkin demam berdarah dapat berujung komplikasi seperti kerusakan hati, jantung, hingga otak.
Dengan mengetahui beberapa fakta DBD di atas, diharapkan bisa meningkatkan kewaspadaan dan perhatian masyarakat mengenai penyakit DBD. Sehingga proses penanganan dapat segera dilakukan dan meminimalisir kematian akibat demam berdarah. (NST)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :